Video Analisis Sosiolog tentang Fenomena Crosshijaber

Psikolog Poppy Amalia
Sumber :
  • tvOne

VIVA – Media sosial tengah dihebohkan oleh kelompok crosshijaber, sebutan untuk komunitas pria yang suka memakai busana muslimah seperti gamis, kerudung atau hijab, dan cadar. Identitas kelelakian mereka tak diketahui dengan busana itu karena sekilas menyerupai seorang muslimah.

Modusnya Rapi, Ngakunya Polisi! Dua Residivis Narkoba Tipu-Tipu Penjual Motor Online Hingga 17 Kali

Crosshijaber berasal dari kata crossdressing, merujuk pada pria yang berpenampilan seperti wanita, menggunakan hijab dan bercadar. Keberadaan mereka menjadi kontroversi karena dianggap menyimpang dan mencoreng citra pengguna hijab.

Menurut para psikolog, motif mereka berperilaku begitu bermacam-macam, di antaranya tak nyaman dengan identitas seksual mereka (transvestisisme), ekspresi diri/hiburan, penyamaran untuk tindakan kriminal, dan lain-lain.

TNI Bantu Polisi Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI di Malang

Psikolog Poppy Amalia mengatakan, komunitas itu terbentuk akibat kegelisahan individu-individu yang megalami persoalan-persoalan di waktu lampau, misal tekanan lingkungan, tuntutan keluarga, lemahnya pola asuh figur ayah dan ibu, dan lain-lain.

Gejala crosshijaber, menurut Poppy, memang cenderung baru, tetapi crossdressing sebenarnya sudah lama, bahkan ribuan tahun sebelum Masehi. Di Indonesia pun ada budaya atau tradisi yang memaklumkan pria mengenakan pakaian wanita.

Ivan Gunawan Hadirkan Instalasi Fashion Bertema Palestina di Margocity Depok

Simak penjelasan lengkap Poppy Amalia tentang gejala crosshijaber dan crossdressing dalam video berikut ini:

>
Diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan

Keluarga Yakin Diplomat Kemlu Tak Bunuh Diri, Begini Kata Polisi

Respons polisi soal keluarga yakin Arya tewas bukan karena bunuh diri

img_title
VIVA.co.id
2 Agustus 2025