Pelajaran Berharga dari Sebatang Rokok

Ilustrasi ayah dan anak.
Sumber :
  • U-Report

“Halah, coba ang berdiri, siapa tahu menemukan barang yang ang cari.” perintah bapak. Astaga naga, nampak sebatang rokok yang berasap ujungnya sedang bertengger di antara kedua bibir bapak! Padahal, beliau bukan perokok. Aku yakin seratus persen beliau salah seorang pembenci rokok. Wajahku hanya bisa pucat pasi ketakutan. Sebaiknya aku segera berlutut di hadapannya. Meminta ampun atas pelanggaran berat ini.

img_title Prabowo Resmikan Akad Massal 26 Ribu Rumah Subsidi di Cileungsi

“Terima kasih rokoknya, biar bapak saja yang yang mengisapnya. Bapak tidak mau kalau ada putra bapak yang sakit-sakitan karena barang bodoh ini. Sana, cepat ke sekolah. Ang nanti terlambat.” kata-katanya begitu manis di telinga. Rupanya bapak lebih memilih mengisap racun itu ketimbang membiarkan aku, anaknya yang mengisapnya. Baru kali ini beliau bernasihat tanpa ada pukulan rotan. Baru kali ini pula beliau mengisap sebatang rokok. Rela mengisap racun itu hanya untuk melindungi putranya yang bengal dan tak tahu diri ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terima kasih kembali, bapak. Kau bapak terhebat yang diberikan Tuhan padaku. Maafkan bila selama ini aku salah sangka terhadapmu. Kusadari betul bahwa hardikkan serta pukulan rotanmu yang lalu adalah sebuah pelajaran berharga yang mungkin takkan kudapatkan dari sekolah manapun di negeri ini. (Cerita ini dikirim oleh Rsjaya15, Yogyakarta)

img_title Detik-detik Pajero Tabrak 2 Rumah di Tangsel Hingga Hancur, Ternyata Pengemudinya Pelajar 15 Tahun
Aksi demo pedagang menolak Raperda KTR di kawasan Tugu Tani

Dinilai Tak Berpihak, Sejumlah Pedagang Gelar Aksi Protes Tolak Raperda Kawasan Anti Rokok

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah mengenai Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR) DKI Jakarta masih berlangsung sampai saat ini. Protes dari para pedagang pun kian masif.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut