Jadi Dewa Mabuk Sehari
- U-Report
Total-total saya sudah menghabiskan sekitar 11 sloki. Kepala saya sudah pusing banget, nasi jamblang di perut saya rasanya juga sudah mau keluar semua. Dan luar biasanya, sebelum pulang masih ada juga yang namanya tos perpisahan. Entah itu memang beneran ada, atau memang cuma buat ngerjain saya lagi. Kebetulan di meja saya ada 4 orang (termasuk saya), jadi kita harus minum 4 sloki lagi buat mengakhiri semuanya.
Dengan susah payah saya menghabiskan 4 sloki lagi. Serius deh, disenggol sedikit saja saya yakin bakalan jackpot alias muntah di tempat. Saya diantar ke hotel tempat saya menginap dan sesampainya di kamar, saya tidak ingat apa-apa lagi karena saya langsung tertidur. Besoknya, saya bangun dengan kepala yang luar biasa pusing. Mata saya merah kayak habis kecolok sapu lidi.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Ini adalah rekor buat saya karena saya selalu bangun pagi dan paling telat bangun jam 8 pagi. Saya menenangkan diri sebentar, mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. Ketika sedang duduk sambil mengumpulkan raga, tiba-tiba kakak saya telepon. Dia bilang kalau dia bawa oleh-oleh buat saya. Pas saya tanya apa oleh-olehnya, dia jawab anggur dari Yerusalem.
"Anggur dari Yerusalem? Berapa kadarnya?" tanya saya. "Sekitar 70 persen" jawab kakak saya. "Memabukkan enggak?" tanya saya lagi. "Sangat." jawab kakak saya. Eh, jadi saya harus teler lagi? (Cerita ini dikirim oleh Stefanus Sani, Bandung)