Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh
Pasar Indonesia Sulit Dijangkau
Senin, 30 November 2015 - 07:15 WIB
Sumber :
- VIVAnews / Renne Kawilarang
VIVA.co.id - Hubungan Indonesia dan India tak bisa dinilai baru. Dua negara yang sama-sama berada di kawasan Benua Asia ini terikat hubungan dagang sejak belasan abad yang silam.
Baca Juga
Pedagang asal Gujarat, India, telah malang melintang di Indonesia, menjalin kerja sama perdagangan. Hingga saat ini, hubungan Indonesia dan India terbilang mulus dan lancar.
Latar belakang budaya yang memiliki banyak kemiripan membuat hubungan kedua negara nyaris tanpa pergolakan sengit. Namun, tetap menarik untuk mencermati, bagaimana kedua negara terus menjalin relasi.
Berikut wawancara VIVA.co.id dengan Duta Besar India untuk Indonesia Gurjit Singh, di Kedubes India, Kuningan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Beberapa pekan lalu, Wapres India berkunjung ke Indonesia. Apa saja yang menjadi agenda utama?
Hubungan India dan Indonesia sangat baik dan kuat, kami sudah menjadi mitra kerja sama sejak 2005. Pada 2013, kami memutuskan untuk mengadakan annual summit antarpemimpin, dan selalu mengadakan pertemuan setiap tahunnya sejak saat itu. Tetapi kadang kala kami butuh pertemuan tingkat tinggi lainnya, karena itu untuk melengkapi momentum PM India yang baru dan Presiden Jokowi, kami memutuskan untuk mengadakan kunjungan khusus Wapres India atas undangan dari Wapres JK.Â
Pertemuan kedua Wapres difokuskan pada hal apa?
Hal ini pada dasarnya dilakukan untuk saling memberikan fokus terhadap apa yang kedua negara lakukan. Ini kunjungan ekonomi, politik, dan strategis yang sangat penting saat kedua negara memiliki pemimpinnya yang baru setelah satu tahun.
Apa saja yang berhasil disepakati?
Kami tanda tangani tiga MoU. Satu soal energi terbarukan, kerja sama dalam bidang air, dan satu lagi soal mempromosikan Ayurveda di Universitas Udayana Bali.Â
Seperti apa kerja sama dalam hal energi terbarukan?
India adalah pembeli terbesar batu bara Indonesia, kedua negara sama-sama tertarik dengan isu perubahan iklim, karena itu kami ingin mempromosikan energi terbarukan untuk mengurangi emisi. Di India kami punya target 175 giga watt dari energi terbarukan antara 2015 dan 2020, sedangkan di Indonesia sebesar 35 giga watt.
Halaman Selanjutnya