Perang Petani Malang Melawan Tikus

Petani memanen padi
Sumber :
  • VIVA.co.id/D.A Pitaloka

VIVA.co.id – Pagi itu, Samsi memungut batang padi yang patah dan terserak di sawahnya. Bulir padi tak lagi melekat di tangkai patah itu. Tak Jauh darinya, terdapat lubang berdiameter sekitar lima sentimeter. 

img_title Lucky Hakim Bakal Lepaskan 10 Ribu Ekor Ular ke Sawah Indramayu, Diklaim Tak Berbisa

Cukup luas untuk tempat tikus pemakan padi bersarang. Padi di sawahnya kini berusia 100 hari. Hampir semua tanaman padinya menguning dan merunduk, berisi bulir padi yang segera dipanen sekitar 15 hari lagi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecuali sejumlah tanaman di bagian tengah, yang berwarna lebih hijau dan tanpa bulir padi di batangnya. Tikus menyerang padi dari bagian tengah sawah dan berhenti menyisakan sedikit di bagian tepi.

img_title Prabowo Janji Kirim 1.000 Burung Hantu untuk Basmi Hama Tikus di Majalengka

“Itu di makan tikus, mereka mengunyah batang padi hingga patah dan rebah di tanah untuk mendapatkan bulirnya," kata Samsi, petani Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Rabu 27 April 2016. 

Samsi memperkirakan, bulir padi yang hilang dimakan hama tikus itu mencapai dua sak padi. Jika satu sak padi mencapai 63 kilogram gabah, dua sak setara dengan 120 kilogram gabah kering panen yang hilang termakan tikus.
 
Pria berusia 55 tahun itu tetap bersyukur. Sawah milik majikannya seluas 2.500 meter persegi diperkirakan bisa menghasilkan tiga ton padi kali ini. 

img_title Warga Kota Romantis Paris Diminta Hidup Berdampingan dengan Tikus

Jumlahnya mengulang panen besar yang ditanam pada musim kemarau tahun lalu. Meskipun tetap ada, hama tikus di ladangnya tak sebanyak musim panen sebelumnya. 

“Ini sudah jauh berkurang, dibandingkan tanam musim hujan sebelumnya,” kata Samsi, sambil menutup lubang tikus di tanah basah sawahnya.
 
Undang burung hantu
 
Hama tikus sudah lama jadi musuh petani padi di Malang. Tikus mampu memakan banyak dalam satu kali musim panen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seekor tikus betina bisa beranak hingga 80 ekor tikus dalam satu kali musim panen. Pada masa tanam di musim kemarau, hama tikus dan hama lain mampu menggerogoti produktivitas padi di ladang milik majikan Samsi hingga separuhnya. 

“Panen bisa tinggal 1,5 ton kalau tanam di musim seperti ini (menjelang kemarau). Selain tikus, ada banyak hama lain, seperti hama wereng dan sundep,” katanya.
 
Petani di sekitar Desa Karangsuko memakai banyak cara untuk membasmi hama di sawah mereka. Untuk mengusir tikus petani sering mengandalkan predator aslinya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut