Jual-Beli Perusahaan Startup Hal Wajar?

Ilustrasi startup
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Belakangan ini muncul tren bahwa sebuah perusahaan rintisan (startup) yang sudah berkembang pasti akan dilepas atau dijual, lalu pendirinya membentuk start up baru lagi untuk dikembangkan. 

img_title 5 Aplikasi Investasi Saham Amerika untuk Investor Indonesia yang Praktis

Bagi pemilik start up, hal itu dianggap wajar agar bisa berkembang dan bertransformasi menjadi investasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya melihat itu dinamika, kadang kalau lihat quadran entrepreneur, kita mau jadi investor nih, lima sepuluh tahun startup kita berkembang, kemudian kita mau jual saham, mau jadi investor, itu another way yang teman-teman secara bisnis udah prakter wajar," ujar Co Founder Pinjam.com, Teguh Ariwibowo, kepada VIVA.co.id, Sabtu 14 Mei 2016.

img_title OJK: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 9.135 Triliun Per Juli 2026

Ia menuturkan, seperti halnya Pinjam.com, startup yang bergerak di bidang peminjaman uang tersebut, kata dia nanti bisa saja mencari pendanaan dari eksternal. Banyak pilihan yang bisa mereka ambil. Apakah itu diakuisisi, melantau di pasar modal,  dan menjual keseluruhan startup nya.

"Habis dijual mereka mau ngapain, itu pilihan sendiri-sendiri, misal pertama startup, mungkin ada exit terus akhirnya start dengan venture capital," jelas Teguh.

img_title Pengembangan 100 GWp Tenaga Surya Diproyeksi Buka Peluang Investasi Hampir US$73 Miliar

(ren)
 

SKB 3 menteri soal perizinan tenaga kerja asing.

Perizinan Tenaga Kerja Asing Dipermudah Demi Genjot Investasi, Intip Aturan Mainnya

Integrasi bertujuan memberikan layanan publik yang efektif sekaligus memastikan penggunaan tenaga kerja asing sesuai kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut