Mentan Era SBY Ungkap Cara agar Harga Gula Tak Tinggi

Gula.
Sumber :
  • Pixabay/gugue

VIVA.co.id – Mantan Menteri Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Anton Apriyantono, mengungkap cara untuk menekan harga gula yang dikhawatirkan melonjak. Efisiensi biaya produksi dan distribusi, menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan. 

img_title Harga Beras, Daging Sapi, Daging Kerbau hingga Gula Kompak Turun, Cek Daftarnya

“Kalau produksi gula bisa dilakukan secara terintegrasi, itu efisien dan relatif lebih murah,” kata Anton, dikutip dari keterangannya, di Jakarta, Jumat 3 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anton memandang, industri gula nasional memiliki dua kendala utama. Selain dari sisi produksi yang tidak terintegrasi, pengoperasian pabrik lama yang hanya memberatkan biaya, juga menjadi masalah. Padahal, pengoperasian pabrik lama sudah tidak optimal.

img_title Terungkap di Persidangan, Ternyata Penyaluran Gula Inkopkar Tidak Gagal

Menurut Anton, hal ini yang menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga gula. Maka dari itu, Anton berharap, para pemangku kepentingan terkait mampu mengadopsi cara negara seperti Thailand, yang mampu mengintegrasikan pabrik gulanya.

“Kalau kita belajar ke Thailand, mereka kerja sama dengan petani yang dalam suatu area terkendali. Pemerintahnya menetapkan harga dasar pembelian petani. Hasilnya, petani bergairah, pabrik bagus kualitasnya,” ujarnya.

img_title Realisasi Penyerapan Gula Petani Hampir 100 Persen, Mentan Amran Ungkap Instruksi Prabowo

Anton menilai, penetapan harga eceran tertinggi (HET) gula yang ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram antara pemangku kepentingan terkait, merupakan salah satu cara untuk menekan beban konsumen, dan lonjakan inflasi ke depan jika harga gula kembali melonjak.

“Kondisi di mana harga gula itu tidak normal atau terlalu tinggi, penetapan HET sudah seharusnya dilakukan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan hingga kini terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok. Salah satunya, dengan efisiensi dari proses produksi, hingga distribusi komoditas pangan yang selama ini menjadi penyebab fluktuasi harga pangan.

Beberapa efisiensi pada mata rantai komoditas yang terus dilakukan oleh otoritas perdagangan di antaranya adalah komoditas gula, daging sapi, beras, hingga bawang merah. Ini merupakan mandat yang tertuang dalam Undang Undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014. (art)

Seorang ibu rumah tangga memilah cabai merah di pasar swalayan.

Harga Beras, Cabai, Gula, Daging Sapi, hingga Minyak Goreng Kembali Anjlok, Cek Daftarnya

Bapanas melaporkan, harga beras medium di tingkat konsumen turun menjadi Rp 13.583 per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp 13.828 per kg.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut