Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan

Blokir Bukan untuk Menindas

Dirjen Aptika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti

Kalau kita request, dia harus respons berapa lama. Kalau permintaan itu datang dari pemerintahan yang legitimate, tidak perlu diperdebatkan. Yang harus dipakai ya aturan kita dong, bukan aturan mereka. Kita kan negara berdaulat. Kita mengajukan juga tidak asal. Ada bukti, ada dasar, ada hukumnya. 

img_title Pendiri Telegram-Kominfo Rapat Penanganan Konten Negatif

Soal pemulihan atau normalisasi pemblokiran?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti Bigo Live, itu lama. Nah dia juga sebenarnya enggak ditutup semua. Yang kita tutup orang-orang yang suka kasih diamond-diamond-nya, gift-nya, kita tutup. Akhirnya mereka buka kantor di sini, punya operator orang sini untuk melakukan pengawasan (konten).

img_title Telegram Kini Punya Fitur 'Penghancur' Foto dan Video

Prosesnya sama. Kalau dia sudah memenuhi persyaratan yang ada, dia sudah bisa menjalin komunikasi yang jelas, ya kami buka. 

Ada syarat pemenuhan jangka waktu tertentu untuk normalisasi?

img_title Blokir Telegram, Pemerintah Harus Lahirkan Aplikasi Lokal

Tergantung mereka. Mau cepat, atau lambat. Syaratnya yang ada di press release kemarin, ada empat. Yang penting ada komitmennya. 

Berikutnya, penanganan konten hoax dan teroris beda>>>

Penanganan konten hoax dan teroris beda. Kenapa seperti itu?

Gini, yang menyatakan ini adalah hoax siapa? Ini kan perlu waktu untuk mencari apa yang menjadi hoax. Yang bisa menentukan itu hoax, perlu dilakukan verifikasi dengan yang bersangkutan. 
Maka dari itu perlu adanya literasi. Baca berita dari media yang terverifikasi, yang sudah jelas. Di internet itu, kita harus tabayyun. Masyarakat kita, 63 persen percaya sama internet. Biasanya, kalau negara-negara maju dan literasinya tinggi, tingkat kepercayaan terhadap internet di bawah 30 persen. 

Untuk itu, kami menyiapkan program sertifikat digital. Ini solusi, agar orang tidak bisa memalsukan dirinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal hoax, berita yang kita tindak lanjuti langsung adalah yang meresahkan. Misalnya, kabar bom di sebuah tempat. Padahal enggak ada apa-apa setelah kita telepon teman di sana, aman saja dan enggak ada kegaduhan apa pun. 

Masyarakat di situ kan jadi was-was. Kita lihat dampaknya. Masyarakat harus lebih skeptis terhadap kebenaran yang masih diragukan. Kalau sudah ragu, ya enggak usah forward berita itu. Klarifikasi dulu. Hoax yang dikhawatirkan kan yang berdampak masif. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut