Apindo Beberkan Bukti Daya Beli Masyarakat Turun

Pemerintah tidak akan menerbitkan kebijakan yang menggerus daya beli masyarakat hingga di penghujung tahun.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia membantah stigma yang menyatakan kondisi daya beli masyarakat masih bergeliat. Apindo pun mengungkap bukti-bukti konkret, yang menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat.

img_title Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Mulai Melandainya Daya Beli Masyarakat

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita menilai, data pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai yang tumbuh tinggi hingga pertengahan tahun, tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi daya beli yang positif. Pengusaha, kata dia, memiliki data tersendiri atas kondisi daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah itu misalkan PPN naik, dianggap berarti penjualan naik. Kalau pengusaha berbeda. PPN naik itu adalah PPN impor, dan yang habis ikut tax amnesty,” kata Suryadi di Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.

img_title Marak Fenomena Rojali-Rohana, Begini Strategi BI Genjot Konsumsi Masyarakat

Menurut Suryadi, bukti lemahnya daya beli masyarakat tercermin jelas dengan keputusan sejumlah pengusaha yang merumahkan karyawannya. Ada pula yang menggeser status pekerja karyawannnya dari formal menjadi informal, bahkan beberapa perusahaan yang mengurangi jam kerja karyawan.

Belum lagi, fenomena sejumlah pusat perbelanjaan yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasionalnya alias tutup. Menurut Suryadi, hal ini merupakan bukti jelas bahwa saat ini telah terjadi penurunan daya beli masyarakat di berbagai segmen, terutama di kalangan menengah.

img_title Prabowo Sindir Soal 'Serakahnomics', Kalangan Pengusaha Buka Suara

“Glodok, Mangga Dua, yang besar seperti Plaza Senayan banyak yang kosong sekarang,” kata Suryadi.

Suryadi pun membantah, tutupnya sejumlah pusat perbelanjaan disebabkan karena kehadiran pelaku e-Commerce. Sebab berdasarkan data sejumlah lembaga terkait, volume transaksi e-Commerce di Indonesia saat ini masih terbilang kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

E-Commerce salah satu faktor, tapi itu kecil. Paling besar itu memang daya beli yang menurun terus. Pengusaha dan banyak pembeli menengah itu banyak yang wait and see,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menuding isu turunnya daya beli masyarakat sengaja diciptakan lawan politiknya dalam pertarungan pemilihan Presiden pada 2019 mendatang. Bahkan, menurut kepala negara, yang saat ini terjadi bukan penurunan daya beli, melainkan peralihan konsumsi belanja masyarakat.

Apindo dan PPLBI

Turunkan Biaya Logistik, Apindo dan PPLBI Perkuat Peran Pusat Logistik Berikat

Ketua Umum Apindo. Shinta W. Kamdani, membeberkan kondisi di industri logistik di Tanah Air dengan biaya logistik mencapai sekitar 14,2 persen dari PDB.

img_title
VIVA.co.id
28 Agustus 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut