Ditangkap Usai Lakukan Pengerusakan dan Ancam Warga Pakai Sajam, Ternyata Positif Sabu

dok. istimewa
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar Ramadhan

Jakarta, VIVA - Unit Reserse Kriminal Polsek Sawah Besar, menciduk pria berinisial WKC (35) usai diduga melakukan pengerusakan dan pengancaman terhadap warga dengan senjata tajam, sajam, di kawasan Jalan Mangga Besar XIII, Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat pada Senin, 12 Mei 2025.

Park Ha Sun Diancam Tetangga Pakai Senjata Tajam

Kapolsek Sawah Besar, Komisaris Polisi Rahmat Himawan, mengatakan bahwa dia ditangkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat atas ulah pelaku yang bergaya preman membuat resah warga.

“Pelaku diamankan saat petugas melaksanakan patroli kewilayahan. Dari lokasi, kami menyita tiga bilah senjata tajam yang diduga digunakan untuk mengancam warga,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Selasa, 13 Mei 2025.

Pramono Dorong Digitalisasi Pasar di Jakarta: Copet dan Premanisme Pasti Berkurang

Adapun pelaku sendiri sebelumnya sempat melakukan pengerusakan pada bangunan di sekitar lokasi dan juga mengancam warga menggunakan senjata tajam.

Usai ditangkap, polisi yang melakukan tes urine terhadap pelaku mendapatkan hasil bahwa yang bersangkutan positif mengandung methamphetamine, sabu-sabu.

Jukir Liar di Tanah Abang Paksa Bayar Rp100 Ribu, Polisi Temukan Alat Isap Sabu

“Dia mengaku mengonsumsi sabu yang dibeli dari seseorang berinisial J, yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Rahmat.

Dalam keterangan terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Berantas Jaya. Sebagai dalam komitmen Polri menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari aksi premanisme.

“Operasi ini adalah respons cepat terhadap keresahan masyarakat. Kami tidak akan mentolerir aksi premanisme, apalagi yang disertai narkoba dan senjata tajam,” ucap Susatyo.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM, Todotua Pasaribu

Premanisme Dinilai Jadi Hambatan Utama Daya Saing Investasi RI, Ini Buktinya

Todotua Pasaribu mengatakan, premanisme telah menjadi salah satu hambatan utama bagi daya saing investasi di Tanah Air.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2025