Jakarta Banjir, 45 Ton Sampah Diangkut dari Kali Ciliwung

Sampah di Rawajati
Sumber :
  • VIVA.co.id / Foe Peace

VIVA.co.id – Barang-barang yang terbawa air dari Bogor membuat kali Ciliwung tepatnya yang berada di kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, ditutupi sampah. Diketahui, hujan yang terjadi di kawasan Puncak membuat bendungan Katulampa siaga satu dan membuat sejumlah kawasan di Jakarta banjir.

Banjir Melanda, Pemprov Jakarta Jamin Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Tak Terabaikan

Pantauan VIVA.co.id, Selasa, 8 Maret 2016 di lokasi banjir tersebut, terlihat petugas terus melakukan pengangkutan sampah di sana. Sampah masih tersangkut dikarenakan pembongkaran jembatan Rawajati yang dikerjakan sejak Minggu 6 Maret 2016 lalu, hingga hari ini belum rampung.

Terlihat sampah-sampah yang mengapung ditengah-tengah jembatan didominasi oleh sampah berupa kayu, batang bambu, dan juga akar pohon. Selain sampah tersebut, terlihat pula banyak sampah seperti sepatu, sandal,  kasur, bola, mainan dan bahkan kerupuk yang masih rapi tersegel plastik.

Jakarta Banjir: 35 RT Belum Bebas Genangan Air hingga Selasa Pagi

Sudah lima truk berwarna oranye digunakan untuk mengangkut sampah tersebut.

"Sejak pagi sudah 5 truk yang digunakan untuk angkut sampah dari sini (jembatan Rawajati). Kira-kira 1 truk itu sampai 7-9 ton sampahnya," kata Pengawas UPK Badan Air Jakarta Timur, Deny Setiawan, di lokasi.

Soroti Banjir Jakarta, DPR Dorong Pemerintah Pusat dan Pemda Kerja Sama: Tanpa Kolaborasi Tutup Lubang Gali Lubang

Deny menjelaskan, jika 5 truk dikalikan 9 ton, sudah 45 ton sampah yang diangkut dari kali tersebut. Rencananya, sampah akan dibawa ke TPS Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Kesulitan tidak ada, walau air tinggi karena kita angkutnya pakai alat berat (sampah)," kata dia.

Dia juga menjelaskan bahwa sejauh ini, belum ditemukan adanya sampah berupa bangkai hewan, maupun barang berharga seperti cincin atau kalung, yang ikut terbawa arus dari Bogor. Pasalnya, beberapa waktu lalu, saat tumpukan sampah juga pernah menumpuk di sana akibat hal yang sama, sempat ditemukan banyak sampah bangkai binatang seperti kambing dan kucing.

"Belum ada, masih sampah kali biasa ya, seperti bambu, kayu, bungkus makanan dan gabus. Sementara ini belum ada (barang berharga hanyut). Kalau ada, kita akan koordinasi dengan pihak berwajib," kata dia. (one)

Gubernur Jakarta Pramono Anung

Pramono Soroti Risiko Modifikasi Cuaca, Was-was Hujannya Dialihkan ke Laut Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan untuk saat ini operasi modifikasi cuaca di Jakarta belum perlu dilakukan.

img_title
VIVA.co.id
9 Juli 2025