Begini Ritual Kopi Maut Padepokan Satrio Aji
- VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
VIVA.co.id - Cara Anton Hardiyanto alias Aji, pemimpin Padepokan Satrio Aji, saat membunuh kedua pengikutnya terungkap jelas. Anton lebih dulu menuangkan racun ikan (potasium sianida), sesaat sebelum mereka menikmati kopi bersama usai menggelar ritual.
Hal itu terungkap ketika polisi menggelar prarekonstruksi pembunuhan di sebuah lahan kosong, di Depok, Jawa Barat, kemarin. Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, sebelum menggelar ritual di tempat itu, Anton lebih dulu membeli tiga bungkus kopi, gorengan, dan sebungkus es teh manis di sebuah warung kopi yang tak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Sukmajaya.
Anton bersama kedua korbannya, Ahmad Sanusi dan Shendy Eko Budianto, kemudian berangkat menggunakan mobil Shendy ke lahan kosong. Setiba d isana, Anton, sang guru spiritual, membuka tiga bungkus kopi lengkap dengan tiga gelas plastik.
Setelah ketiga kopi dituang, Anton menyuruh Shendy meletakannya di dekat ban bekas. Kemudian tersangka menyuruh Shendy dan Ahmad berdiri tepat di belakangnya. Dengan modus membaca mantra, ditambah tempat yang cukup gelap, Anton ternyata telah menyiapkan racun sianida di dalam botol plastik yang dibawanya.
Tanpa sepengetahuan Shendy maupun Ahmad, Anton mencampurkan racun ikan itu ke dalam dua gelas kopi yang kemudian diberikan kepada kedua muridnya.
“Setelah itu ketiganya meminum kopi bersama dengan cara berdiri. Itu dilakukan setelah tersangka menggelar ritual dengan bacaan tertentu. Dua gelas yang diberikan itu telah bercampur racun, kecuali gelas tersangka,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdhaus, di lokasi prarekonstruksi.
Sesaat setelah menenggak kopi beracun itu, kedua korban yang diperankan model pun langsung tersungkur. Awalnya, korban Ahmad sempat merasakan mules dan kemudian muntah. Beberapa saat kemudian mereka ambruk tak bernyawa.
Melihat kedua korbannya sudah tak lagi bernyawa, Anton mengambil mobil Shendy. Anton seorang diri membopong jasad kedua korban ke dalam mobil. Posisi Ahmad ditaruh di bagian tengah, sedangkan Shendy di depan. Dia kemudian membuang kedua mayat korban di dua lokasi berbeda di kawasan Limo, Depok.