Mural Polisi dan Setruman Jenderal Listyo Sigit
- VIVA/Nur Faishal
VIVA – Kuas Seno menggambar dua hewan pengerat, salah satunya berseragam polisi dengan gaya menjulurkan lidah. Tangan hewan serupa tupai itu menarik dua sisi ujung mulut seperti mengejek.Â
Gambar tupai yang lain membawa kaleng semprot bercap ‘Abu-abu’. Di antara gambar dua tupai ditulis kalimat ‘Percuma Lapor Polisi’. Mural yang dilukis Seno langsung memantik perhatian. Papan yang digambar Seno dipajang di tengah-tengah bagian depan antara papan para peserta festival mural lain.Â
Karena begitu menonjol. Hal itu memancing sejumlah anggota polisi yang berkunjung untuk mendekat dan melihat mural karya pelajar SMKN 12 Surabaya itu. Mereka juga menanyakan apa maksud dari mural tersebut.
Â
Ia sengaja menyematkan kalimat ‘Percuma Lapor Polisi’ di muralnya karena kalimat itu viral di media sosial beberapa waktu lalu. Dia mengaku tidak takut membubuhkan kalimat tersebut di mural karyanya, karena tujuannya agar kinerja Polri ke depan lebih baik.Â
"Supaya (kinerja Polri) lebih baik lagi," kata Seno, pelajar yang ambil bagian dalam kegiatan Bhayangkara Mural Festival di Lapangan Tenis Indoor Markas Polda Jatim di Surabaya pada Sabtu, 30 Oktober 2021.Â
Menariknya, papan yang digunakan Seno menggambar dipakai Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo pada saat membuka kegiatan Bhayangkara Mural Festival. Sebagai tanda kegiatan dibuka, Brigjen Slamet memainkan kuasnya di papan itu dengan menggambar dua mata dan bibir, seperti hendak menggambar wajah.
Brigjen Slamet mengatakan, seni mural juga bisa menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi dan kritik kepada pemerintah, termasuk Polri. Seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Slamet mengatakan bahwa Polri tidak antikritik.Â
Dengan festival mural itulah Polri ingin menunjukkan bahwa Polri terbuka akan kritikan dari masyarakat soal kinerja Polri.Â
Tapi siapa sangka, Bhayangkara Mural Festival dalam rangka HUT ke-70 Humas Polri ini awalnya membuat Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono deg-degan. Pasalnya, festival yang diikuti 34 jajaran Polda se-Indonesia sepi peminat.Â
"Tiga Minggu pertama yang mendaftar hanya 18 orang. Kami juga was-was ini, waduh kok cuman 18 ini, jadi mau ketemu Pak Kapolri saya menghindar takut ditanya tentang mural," ucap Argo Yuwono dalam sambutannya di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Oktober 2021Â