Masyarakat Diminta Siap Hadapi Perang Siber

Ilustrasi Hacker.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Nasional - Pengajar Universitas Dipa Makassar, Komang Aryasa, mengingatkan bahwa serangan dunia maya (cyber attacking) dapat mengakibatkan kerugian dan penderitaan penggunanya. Untuk itu, masyarakat harus siaga dalam menghadapi ancaman kejahatan siber, termasuk kejahatan penyalahgunaan data.

img_title Undang Prabowo di Pertemuan Terbatas, Trump: Kita Ingin Akhiri Perang di Gaza

Ilustrasi/Kejahatan siber

Photo :
  • U-Report

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan Siber

img_title Serangan Drone di Masjid Sudan, 70 Orang Tewas

Komang menyatakan serangan siber mempunyai risiko hilangnya data maupun penyalahgunaan data yang dimiliki seseorang. Bahkan, Presiden Joko Widodo pernah bicara mengingatkan pentingnya data. Menurut Jokowi, data merupakan kekayaan baru yang lebih berharga dibandingkan minyak.

"Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Kini data lebih berharga daripada minyak. Dalam bidang pertahanan keamanan kita juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber,” kata Komang dalam diskusi virtual yang digelar Kominfo, Minggu, 24 Juli 2022.

img_title Tiga Mata-mata Ukraina Pasang Bom di Mobil Petinggi Rusia, Digagalkan Kremlin

Baca juga: Partai Besutan Amien Rais Kumandangkan Perang Siber dengan Israel

Komang mengatakan selain phising sebagai upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan, pengguna digital perlu mewaspadai kejahatan siber lainnya seperti malware, ransomware, maupun scam.

Ia menambahkan beberapa faktor pendukung terjadinya kejahatan siber di antaranya, ketergantungan pada infrastruktur jaringan dan internet, kurangnya pemahaman pada risiko keamanan, rendahnya anggaran untuk cyber security tools, kemudahan untuk melakukan aksi (bagi pelaku).

"Selain itu, juga sulitnya melakukan pelacakan pada cyber criminal, serta adanya persepsi bahwa langkah-langkah untuk mencegahnya akan sangat membuat hidup susah," kata Komang Aryasa.

Ilustrasi serangan hacker atau siber.

Photo :
  • Science News

Pahami Fitur Keamanan pada Aplikasi Percakapan dan Media Sosial

Sementara itu, influencer sekaligus penyanyi Nelly Carey mengingatkan pentingnya memahami fitur keamanan pada aplikasi percakapan dan media sosial. Hal itu mengingat kedua aplikasi tersebut telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penggunaan aplikasi percakapan dan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan keamanan. Selain phising, ancaman online dunia maya ada penguntitan (stalking), penindasan dunia maya, peretasan (hacking) dan penipuan online, pembuatan profil atau akun palsu (fake account)," kata Nelly.

Nelly mengatakan pemahaman terhadap fitur keamanan digital pada aplikasi percakapan seperti WhatsApp adalah sebuah keniscayaan. Selain itu, pengguna digital juga perlu memahami fitur keamanan aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Youtube.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut