Fadjroel Rachman: Dua Periode Harga Mati

Mantan juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman
Sumber :
  • VIVAnews/ Fikri Halim

VIVA – Mantan juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, meyakini bahwa Jokowi akan tegak lurus dengan semangat reformasi berkaitan dengan masa jabatan presiden.

img_title Saurip Kadi: Reformasi Polri Harus Menyeluruh

"Saya yakin Presiden Jokowi tegak lurus reformasi," kata Fadjroel dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 8 April 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan keyakinannya itu berdasarkan pada pengalaman yang didapat selama bekerja bersama Jokowi.

img_title Pesan Menohok Ketua Tim Reformasi Polri: Jadi Polisi Harus Ada Manfaatnya, Stop Sombong!

Menurut dia, perjuangan untuk mengutamakan pembatasan masa jabatan presiden selama dua periode sudah dimulai sejak dia menjadi pemimpin mahasiswa di ITB dan UI. Dari kedua kampus itulah Fadjroel mengaku dia menjadi eksponen reformasi sekaligus korban dari rezim totaliter antidemokrasi orde baru.

"Saya dibuang ke Nusakambangan kemudian dijebloskan ke penjara Sukamiskin, di mana Bung Karno dipenjarakan Belanda karena melawan rezim kolonial," katanya.

img_title Boni Hargens: Tim Transformasi Polri Bukan Tandingan, Itu Bukti Inklusivitas Reformasi

Anggota KPPS mengecek surat suara saat sesi penghitungan suara Pemilu serentak 2019. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Menurut dia, yang merasa berkawan dengan Jokowi sejak menjabat sebagai wali kota Solo, ia merupakan salah satu orang yang ikut mengajak Jokowi berpartisipasi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Dia menilai Jokowi sebagai sosok yang bersih dan memiliki visi besar untuk menuntaskan agenda reformasi.

Kemudian, dia juga menjadi tim sukses Jokowi pada pemilu presiden 2014 dan 2019 serta bersedia menjadi juru bicara presiden pada 2019-2021.

"Dari pengalaman bekerja sama tersebut, saya merasa sehati dan sejiwa dengan Presiden Jokowi untuk menuntaskan seluruh agenda reformasi 1998," katanya.

Fadjroel menambahkan, sebelum dia berangkat ke Kazakhstan untuk menjalankan tugas sebagai duta besar, Jokowi memanggilnya ke Istana Merdeka dan mengulangi lagi apa yang disampaikan saat awal menjadi jubir Presiden.

"Bahwa beliau setia pada agenda reformasi, seperti pembatasan masa jabatan presiden dua periode, pemilihan presiden secara langsung, dan kepala daerah dipilih secara langsung," katanya.

Sebagai eksponen reformasi 1998, dia mengapresiasi keputusan tegas Jokowi dalam rapat kabinet yang meminta secara lugas kepada seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju untuk berhenti menyuarakan urusan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keputusan Jokowi tersebut senapas dengan pandangan saya bahwa dua periode harga mati," ujarnya. (ant)

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra

Anggota DPR Yakin Tim Reformasi Polri Bentukan Kapolri Bersinergi dengan Pemerintah

Anggota DPR yakin tim reformasi Polri bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak tumpang tindih dengan pemerintah

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut