Kemenperin Ungkap Stimulus Baru Industri Otomotif Hadapi COVID-19

Ilustrasi produksi mesin mobil di pabrik yang ada di Indonesia.
Sumber :
  • dok. MMKSI

VIVA – Kementerian Perindustrian menyatakan sektor industri otomotif akan menjadi salah satu sektor yang paling lama pulih dari dampak pandemi COVID-19. Sebab, mereka sangat tergantung daya beli masyarakat.

img_title Rupiah Melemah Meski Pemerintah Guyur Beragam Stimulus Tambahan di Kuartal IV-2025

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Dody Widodo, mengatakan, selain itu sektor tersebut bergantung dengan banyak industri pendukungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang dia mungkin sektor yang agak lambat karena terkait daya beli, terkait banyak lagi leveling-nya dari sektor pendukung sektor otomotif," tuturnya secara virtual, Rabu 30 Desember 2020.

img_title Penerima Bansos Bakal Dipertebal untuk 30 Juta KPM pada Kuartal IV-2025

Dody menekankan, salah satu aspek yang menunjukkan perlambatan pemulihan itu adalah tingkat utilitasnya yang sempat turun sangat dalam mencapai 20-30 persen selama pandemi COVID-19.

Oleh sebab itu, dia menekankan, Kemenperin akan terus berusaha mencari jalan keluar agar industri ini dapat kembali cepat pulih. Salah satunya dengan bentuk stimulus-stimulus lanjutan di luar yang sudah diusulkan.

img_title BI Genjot Sinergi dan Stimulus Fiskal Usai JCR Pertahankan Rating Kredit Indonesia di BBB+

Dia menegaskan, setelah sebelumnya mengusulkan agar adanya pembebasan pajak mobil baru yang kemudian ditolak oleh Kementerian Keuangan, perlu adanya stimulus lanjutan yang bisa didukung semua pihak.

"Ini mungkin dari sisi pengelola bendahara negara melihat sisi lain tapi Kemenperin akan cari kiat-kiat lain agar sektor otomotif ini bisa lebih cepat larinya, tidak hanya PPnBM tapi stimulus lain," ungkap Dody.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Perindustrian bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, mengusulkan untuk menghapus sementara pajak mobil baru.

Namun, usulan tersebut dianggap belum perlu diterapkan oleh Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa insentif pajak yang ingin diberikan pemerintah adalah secara luas untuk industri keseluruhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier menjelaskan bahwa usulan penghapusan pajak mobil itu sifatnya hanya sementara, dan bukan demi menguntungkan pabrik mobil.

“Ini untuk menguntungkan subsektor yang ada di balik itu semua. Jadi, IKM (Industri Kecil dan Menengah) bisa bekerja, dan IKM juga enggak bakal PHK, ini yang menjadi perhatian. Kalau utilitas pabriknya menurun, otomatis supliernya juga pasti kehilangan pendapatan,” tutur Taufiek saat acara webinar Kemenperin, dikutip VIVA Jumat 13 November 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut