Luhut: Indonesia Garap Quick Win 100 Smart City

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • Kemenko Marves

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, dalam pengembangan smart city di beberapa negara, dibutuhkan peran teknologi dan inovasi terkini dalam pelaksanaannya.

img_title AI Diramal Bisa 'Hapus' Ribuan Pekerjaan IT Entry Level, Saatnya Banting Setir?

Dia berpendapat, secara garis besar, negara-negara yang telah menerapkan smart city itu telah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, untuk membantu berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misalnya seperti mengendalikan energi, pasokan air, mengurangi polusi, bahkan mengatur lalu lintas," kata Luhut dalam telekonferensi, Kamis 30 September 2021.

img_title Digitalisasi Bansos Diuji Coba di Banyuwangi Bulan Depan, Luhut Sebut Bisa Kurangi 34 Juta Warga Miskin RI

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Perintah Jokowi Batalkan Kepengurusan Moeldoko

Berdasarkan data McKinsey, Luhut mengatakan bahwa teknologi smart city dapat mengarah pada peningkatan indikator kualitas hidup utama sebesar 10-30 persen.

img_title Luhut Bakal Temui Mendag AS, Nego Tarif Komoditas Unggulan RI 0 Persen ke AS

"Termasuk pengurangan angka kriminal, menurunkan beban kesehatan, memperpendek perjalanan, dan menurunkan emisi karbon," ujarnya.

Di Indonesia sendiri, Luhut memastikan  konsep smart city juga telah dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), melalui penyesuaian masterplan dan Quick Win Kota Pintar di 100 kota di Indonesia.

Adapun enam pilar pembangunan kota-kota pintar itu menurut Luhut adalah smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart tending.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pandemi COVID-19 pada akhirnya harus memaksa masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan mengurangi kerumunan," kata Luhut.

"Di Indonesia, pemerintah menggunakan platform PeduliLindungi yang menggunakan cloud system yang digunakan untuk mengatur aktivitas manusia, khususnya di tempat umum," ujarnya.
 

Pemilik akun X Bjorka ditangkap Polda Metro Jaya

Bikin Geger! Bjorka Ternyata Bukan Ahli IT, Cuma Lulusan SMK yang Belajar dari Medsos

Pria berinisial WFT pemilik akun X Bjorka ini ternyata bukan ahli IT. Hal itu diungkap Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Fian Yunus.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut