Program Regsosek Upaya Cegah Pemborosan Anggaran Negara

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Maliki.
Sumber :
  • VIVA/Anisa Aulia

VIVA Bisnis – Program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan salah satu upaya mencegah inefisiensi atau ketidakefisienan anggaran negara karena tidak berkualitasnya data. Hal itu diungkapkan Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas Maliki.

img_title Panggil Prajogo Pangestu hingga Anthony Salim, Prabowo Bahas Ekonomi Nasional

Menurut Maliki, dengan adanya data Regsosek, maka belanja negara akan menjadi lebih berkualitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Melalui Regsosek program pembangunan akan terfokus pada kebutuhan masyarakat dan kualitas belanja negara sehingga terus meningkat. Hal ini tentu sangat baik dalam mencegah inefisiensi anggaran akibat kurangnya data yang berkualitas," kata Maliki dalam acara bertajuk ‘Regsosek Talk Generasi Muda Membangun Negeri’ di The Westin Jakarta, Senin 31 Oktober 2022. 

img_title Temui Kepala OIKN, Purbaya Jamin Pendanaan Pembangunan IKN Lanjut

Regsosek 2022

Photo :
  • vstory

Maliki menuturkan, saat ini sebesar 50 persen generasi produktif berasal dari milenial. Generasi tersebut berperan penting dalam pembangunan RI. 

img_title Purbaya Blak-blakan Alasan Pangkas Dana Transfer ke Daerah

"Kemampuan generasi muda yang inovatif dalam mencari peluang dan mencapai keadilan dan kemakmuran termasuk mendukung transformasi ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan, dan berinvestasi kepada SDM," jelasnya. 

Maliki menjelaskan, hadirnya Regsosek sebagai suatu sistem itu akan mencakup basis data kependudukan. Basis itu adalah profil sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan penduduk.

Diketahui, melalui pendataan Regsosek yang dimulai dari 15 Oktober 2022 hingga 14 November 2022 nanti akan dijadikan acuan Pemerintah, sebagai data perlindungan sosial (Perlinsos). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pendataan Regsosek dilakukan oleh 400 ribu petugas lapangan yang akan mendatangi rumah-rumah warga. Dalam hal ini per petugas rata-rata akan melakukan pendataan kepada 250 kepala keluarga.

Ilustrasi wisuda.

IMF Peringatkan Gelombang 'Tsunami AI', Fresh Graduate Bisa Makin Sulit Dapat Kerja

IMF sebut AI seperti tsunami yang menghapus kerja entry level. Riset global ungkap dampak tak merata dan strategi penting agar mahasiswa tetap relevan.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut