China Lawan Arus, Tolak Ikuti Jejak The Fed

Bank Sentral China
Sumber :
  • CNBC

China, VIVA – Bank sentral China resmi mempertahankan suku bunga acuan. Langkah ini jelas bertolak belakang dengan langkah The Fed justru agresif memangkas suku bunga mencapai 50 basis poin (bps).

img_title 7 Peristiwa yang Bisa Bikin Pasar Kripto Bergejolak pada Oktober 2025

Keputusan People Bank of China (PBOC) tidak mengubah suku bunga pinjaman membuat pasar kaget. Pasalnya, para pengamat memperkirakan China akan mengikuti jejak Federal Reserve AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan Ekonom China perlu menurunkan suku bunga karena pemangkasan 50 basis poin oleh The Fed dinilai memberikan banyak ruang kelonggaran terhadap Tiongkok. Khususnya biaya pinjaman tanpa berisiko terhadap kemerosotan tajam nilai tukar Yuan.

img_title Mantan Menteri Pertanian China Dijatuhi Hukuman Mati karena Terima Suap Rp628 Miliar

Dikutip dari CNBC pada Jumat (20/9/2024), PBOC menuturkan tetap mempertahankan suku bunga acuan pinjaman satu tahun (LPR) pada level 3,35 persen. Sementara suku bunga lima tahunan di angka 3,85 persen. 

Ilustrasi pinjaman.

Photo :
  • Halomoney

img_title China’s Expanding Footprint Puts ASEAN Centrality in the Spotlight

Suku bunga pinjaman satu tahun memengaruhi pinjaman korporat dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China. Sedangkan suku bunga lima tahun bertindak sebagai patokan untuk suku bunga hipotek.

Pemangkasan suku bunga di dalam negeri memungkinkan fleksibilitas moneter yang lebih besar bagi China. Sehingga memprioritaskan pada pelonggaran beban utang pada konsumen dan bisnis seraya berupaya meningkatkan investasi dan pengeluaran. 

Sebelumnya, China juga membuat geger pasar dengan memangkas suku bunga pinjaman jangka pendek dan panjang pada bulan Juli. Langkah ini dilakukan guna memulihkan pertumbuhan ekonomi di tengah situasi krisis properti berkepanjangan dan melemahnya sentimen konsumen dan bisnis. 

Penjualan ritel, produksi industri, dan investasi perkotaan di China pada bulan Agustus tumbuh lebih lambat dari harapan pasar dan tidak sesuai ekspektasi ekono. Tingkat pengangguran di daerah kota naik ke level tertinggi dalam enam bulan. Sementara harga rumah turun dari tahun ke tahun pada laju tercepat dalam sembilan tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data ekonomi yang mengecewakan itu menegaskan kondisi negara yang kurang bergairah dalam perekonomian. Tak hanya itu, menjdadi alarm pemerintah bertindakan lebih banyak melalui pemberian stimulus fiskal maupun moneter. 

Beberapa bank besar memangkas perkiraan mereka terhadap pertumbuhan PDB China sepanjang tahun hingga di bawah target resmi pemerintah sebesar 5 persen. Bank of America menurunkan perkiraan perihal pertumbuhan PDB Tiongkok tahun 2024 menjadi 4,8 persen dan Citigroup menurunkan ekspektasi menjadi 4,7 persen. 

Presiden AS Donald Trump

Shutdown AS Bisa Bikin The Fed 'Buta' Tentukan Arah Suku Bunga Acuan

Shutdown pemerintah AS bisa hentikan laporan pekerjaan dan data ekonomi kunci. Investor dan pembuat kebijakan terancam tanpa panduan di tengah resesi.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut