eSIM Ini Bantu Kamu Bebas Internet Tanpa Takut Diretas

eSIM.
Sumber :
  • Dok. Kaspersky

Jakarta, VIVA — Sektor travel Asia Pasifik sedang bangkit kembali. Setelah dampak pandemi Covid-19 lebih dari enam tahun lalu, industri ini semakin cepat pulih, begitu pula kebutuhan akan konektivitas yang cerdas dan aman.

img_title Sebelum Terbang ke Luar Negeri, Kenali Pengaturan HP yang Bisa Menghemat Kuota

Oleh karena itu, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global, Kaspersky, hadir dengan inovasi yang membuat perjalanan internasional semakin lancar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 2024, kawasan ini menyambut lebih dari 316 juta pengunjung internasional, mempersempit kesenjangan dengan tingkat kunjungan sebelum pandemi Covid-19 menjadi hanya 13 persen, dibandingkan dengan penurunan tajam sebesar 74 persen pada 2022.

img_title Direktur Pemasaran Telkomsel Diganti

Volume kedatangan internasional Asia Pasifik juga diproyeksikan meningkat dari 619 juta pada 2024 menjadi 762 juta pada 2026, menandakan pemulihan penuh ke permintaan sebelum pandemi Covid-19, sementara perjalanan keluar dari Asia Pasifik diperkirakan akan melonjak sebesar 20–25 persen di tahun ini.

Untuk menyediakan konektivitas yang aman saat bepergian, Kaspersky meluncurkan Kaspersky eSIM Store, solusi baru yang praktis yang memungkinkan wisatawan memasang SIM digital di perangkat seluler mereka secara instan.

img_title Transformasi Digital Superbank Ngagetin: Dari Nol ke Rp15 Triliun dengan 4 juta Nasabah dalam 1 Tahun

Hanya dengan beberapa ketukan, pengguna tidak hanya dapat memilih paket khusus negara, tetapi juga paket khusus kawasan dan global, serta terhubung secara online tanpa repot mengganti kartu SIM fisik.

Ini adalah cara yang cepat, aman, dan tanpa batas untuk tetap terhubung, terutama bagi generasi yang mengutamakan perangkat seluler dan selalu bepergian. Peningkatan eSIM untuk perjalanan khususnya terlihat di Asia Pasifik, yang kini mewakili lebih dari 56 persen pasar global dan menghasilkan pendapatan US$11,5 juta pada 2024.

Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan gelombang perjalanan ini dan memanfaatkan pertumbuhan eSIM di wilayah tersebut. Peneliti dari Kaspersky menemukan halaman phishing dan penipuan yang meniru perusahaan telekomunikasi terkemuka di wilayah tersebut, termasuk Singtel, Smart, dan Telstra.

Memasukkan data sensitif seperti nomor telepon di situs phishing dapat membuat pengguna menghadapi risiko keamanan dan keuangan yang serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penjahat siber dapat menggunakan informasi pengguna untuk mengakses akun keuangan atau dompet kripto mereka, terutama jika mereka juga mendapatkan kredensial masuk atau pertanyaan keamanan.

“Seiring meningkatnya tren perjalanan di seluruh kawasan, konektivitas digital harus berkembang sama cepatnya. Kaspersky eSIM Store adalah jawaban kami. Dengan semakin cepatnya adopsi eSIM dan semakin banyaknya wisatawan yang menginginkan akses data instan dan andal kemanapun mereka pergi, solusi kami memberdayakan mereka dengan pengalaman yang aman dan bebas stres. Inilah yang dibutuhkan oleh ekonomi perjalanan Asia Pasifik yang dinamis,” ujar Chee Choon Hong, Kepala Saluran Konsumen Kaspersky untuk Asia Pasifik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut