Dengan Program JKN, Dewi Nikmati Perawatan Gigi Nyaman

Peserta JKN, Dewi Rhomadi Ani
Sumber :
  • BPJS Kesehatan

“Dokternya baik sekali, sabar, dan telaten. Begitu juga perawatnya yang selalu membantu dengan ramah. Saya jadi tidak ragu untuk terus berobat sampai selesai. Ditambah, sekarang daftar ke dokter jadi lebih mudah juga. Melalui Aplikasi Mobile JKN, saya bisa pilih jadwal, lihat berapa pasien yang masih menunggu, dan tinggal datang sesuai urutan serta waktu yang ditetapkan. Semuanya makin nyaman dan tidak perlu lagi menunggu lama di rumah sakit,” jelas Dewi.

img_title PHK Besar-besaran, Starbucks Rogoh Rp2,5 Triliun untuk Bayar Pesangon Karyawan

Bagi Dewi, pengalaman panjang menjalani perawatan gigi dengan dukungan Program JKN menjadi bukti nyata bahwa jaminan kesehatan ini sangat penting dimiliki. Ia merasakan langsung manfaatnya, mulai dari mengurangi beban biaya hingga mempermudah akses pelayanan kesehatan. Dewi berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Menurutnya, Program JKN bukan hanya untuk orang yang sedang sakit, tetapi juga untuk langkah preventif di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya sangat bersyukur punya Program JKN ini. Rasanya aman karena kalau ada masalah kesehatan, kita tidak kebingungan mencari biaya. Semua dapat ditanggung asal sesuai dengan ketentuan dan alur pelayanan. Jadi harapan saya, masyarakat jangan tunggu sakit dulu baru daftar. Iurannya sudah terjangkau dan dengan iuran tersebut, kita sudah punya perlindungan yang bisa digunakan kapan saja. Saya merasakannya sendiri untuk perawatan gigi yang panjang ini. Kalau tidak ada Program JKN, mungkin saya akan menunda-nunda berobat. Terima kasih, Program JKN. Terima kasih, BPJS Kesehatan,” pungkas Dewi.

img_title Rugi! Starbucks Tutup Ratusan Gerai dan PHK 900 Karyawan
Ilustrasi PHK

Badai PHK Belanjut, Giliran Perusahaan Software AS Pangkas 400 Karyawan

Perusahaan teknologi sumber daya manusia (HR tech) asal AS, Workday, mengumumkan rencana PHK sekitar 400 karyawan atau setara 2 persen dari total tenaga kerjanya.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut