Indodax Pede September Effect Tak Bikin Goyang Pasar Kripto Nasional

Vice President Indodax, Antony Kusuma.
Sumber :
  • Dokumentasi Indodax

Jakarta, VIVA – Fenomena ‘September Effect’ dinilai tidak menggoyahkan pasar kripto di dalam negeri. hal itu terbukti dengan masih tingginya transaksi hingga Juli 2025.

img_title OJK Denda 113 Pihak Bidang PMDK hingga Agustus 2026, Totalnya Rp104,63 Miliar

Vice President Indodax Antony Kusuma menyebutkan industri aset kripto dan juga saham memasuki bulan September dengan perhatian khusus pada fenomena yang dikenal sebagai ‘September Effect’. Fenomena tersebut merupakan sebuah anomali musiman yang kerap dikaitkan dengan penurunan kinerja pasar saham maupun kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, ‘September Effect’ perlu dipahami secara proporsional, sehingga anomali tersebut tidak seharusnya menjadi patokan tunggal dalam menentukan strategi investasi kripto.

img_title OJK Catat Pembiayaan Pindar Naik 24,76 Persen pada Juli 2026, Nilainya Tembus Rp105,63 Triliun

"Kami melihat ‘September Effect’ lebih bersifat psikologis ketimbang fundamental. Jika kita bandingkan, di 2024 transaksi penuh setahun Rp344 triliun, sementara 2025 baru berjalan hingga Juli sudah menembus Rp276 triliun," kata Antony di Jakarta, Minggu, 7 September 2025.

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

Photo :
  • Business Today

img_title OJK: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 9.135 Triliun Per Juli 2026

Dia membuktikan bahwa kripto di Indonesia terus tumbuh kuat, bahkan di tengah faktor musiman. Investor perlu mengedepankan strategi diversifikasi portofolio serta manajemen risiko jangka panjang, oleh karena itu investasi kripto harus dilakukan secara rasional.

"Prinsipnya bukan market timing, melainkan konsistensi, pemahaman aset, dan disiplin dalam bertransaksi," katanya.

Lebih lanjut menurutnya, meskipun ada unjuk rasa yang sempat mengguncang pasar modal pada akhir pekan lalu, lanjutnya, OJK menegaskan bahwa industri kripto tetap stabil. Aktivitas penempatan dan penarikan dana di exchange kripto tercatat normal, memperlihatkan ketahanan ekosistem digital nasional.

Antony pun menyambut baik konsistensi ini. Ia menilai ketahanan sektor kripto menjadi bukti bahwa ekosistem keuangan digital di Indonesia telah semakin matang.

“Kondisi stabil meski terjadi tekanan eksternal adalah tanda kepercayaan publik terhadap kripto makin kokoh,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia optimistis, tren positif transaksi kripto pada 2025 bisa menjadi katalis bagi transformasi ekonomi digital nasional. Jika tren tersebut berlanjut, kontribusi aset kripto terhadap perekonomian digital Indonesia akan semakin signifikan, terutama dalam memperluas partisipasi masyarakat pada layanan keuangan modern.

Namun demikian, Antony mengingatkan bahwa investasi kripto tetap memiliki risiko tinggi. Investor disarankan untuk hanya menggunakan dana yang siap dialokasikan (uang dingin), tidak semata mengikuti tren pasar, serta perlu memahami fundamental dari setiap aset yang diperdagangkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut