Tak Ada Alasan Birokrasi Mempersulit Izin Pengusaha

Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 18 September 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Berton Siregar

VIVA.co.id - Pengurusan izin usaha yang dinilai rumit ditengarai menyebabkan pengusaha merasa tak nyaman, bahkan investor kurang tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Kerumitan-kerumitan birokrasi harus dipangkas.

img_title Halal Indo 2025, Kemenperin Kantongi komitmen investasi Rp7,2 Triliun

Kini tidak ada lagi alasan bagi birokrasi untuk menghambat para pengusaha karena pemerintah telah membuat kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seharusnya pengusaha dimanjakan, supaya pengusaha maupun investor berdatangan ke Indonesia, dan ini instruksi langsung Bapak Presiden Joko Widodo," kata Edy Putra Irawady, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin, 18 September 2017.

img_title Simak Strategi Cuan saat Pasar Kripto Anjlok Rp19 Triliun Imbas Volatilitas Tinggi

Kesulitan para pengusaha dalam pengurusan izin, menurut Edy, bukan hanya dalam izin awal namun izin memperpanjang atau sudah beroperasi dan masih mendapatkan kesulitan dalam menjalankan produksi.

Kecilnya pemanfaatan Indonesia terhadap investasi dunia, rata-rata investasi dunia pada 2012 sampai 2016 mencapai 1.417,58 miliar dolar Amerika Serikat. Di Indonesia hanya masuk 27,99 miliar dolar Amerika Serika atau hanya 1,97 persen.

img_title Akhiri Lawatan Luar Negeri, Seskab Teddy Ungkap Prabowo Bawa 'Oleh-oleh' Investasi

"Bisa saja kita tidak mendapatkan investment outflow yang besar, disebabkan birokrasi yang membuat mereka tidak yakin untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah merumuskan sebuah konsep percepatan pelaksanaan berusaha dari memberi izin menjadi melayani, antara lain:

1. Akan melakukan pengawalan penyelesaian perizinan yang diberlakukan di semua level pemerintahanan pusat, provinsi, dan kota/kabupaten.

2. Menerapkan sistem checklist pada daerah tertentu yang melakukan kegiatan berusaha di Kawasan Ekonomi Khusus, FTZ (Foreign-Trade Zones), KI (Kawasan Industri), KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), tanpa menunggu kelengkapan perizinan.

3. Data sharing (debirokratisasi) dengan menghilangkan pengulangan rekomendasi/perizinan.

4. Reformasi perizinan peraturan berusaha bagi para pelaku usaha yang ingin mengurus izin, lebih sederhana, cepat, murah, dan pasti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Menerapkan sistem terintegrasi, yaitu sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Edy berharap tidak ada lagi mafia mafia pengurusan izin dalam instansi pemerintah. Bila itu masih ditemukan oleh pelaku usaha yang mendapatkan permasalahan, dapat menyampaikan kepada I Wayan Dwi Ardana, Asisten Deputi Pengembangan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melalui email yandwiardana.58@gmail.com atau di nomor ponsel 081383567922.

Dealer BYD Arista Pluit Jakarta

Respon Santai Manajemen BYD Usai Warren Buffett Cabut Investasi

Begini tanggapan Manajemen BYD setelah Warren Buffett resmi menarik seluruh investasi setelah jadi pemegang saham selama 17 tahun dan nilai saham melonjak hampir 20 kali

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut