University of Warwick Inggris Tawarkan 250 Beasiswa

Live webinar bertemakan “How to Get Scholarships to Study at Warwick?”
Sumber :
  • antara

VIVA – University of Warwick, Inggris melalui Warwick Undergraduate Global Excellence Scholarships 2022 menawarkan 250 beasiswa yang akan diberikan kepada siswa berprestasi untuk belajar di University of Warwick pada tahun ini.

"Detailnya,  di antaranya 20 beasiswa penuh, yang akan diberikan per tahun selama program sarjana. Lalu, ada juga beasiswa sebesar 160 kali 13,000 pound sterling dan 70 kali 2,000 pound sterling per tahunnya," kata
Warwick Liaison Manager, University of Warwick (Southeast Asia Office) Imran Hashim dalam keterangan resminya, Selasa (1/3).

Untuk Undergraduate Scholarships, kata Imran, calon penerima beasiswa bisa memilih mengikuti pilihan program, seperti Warwick International Foundation Director’s Scholarship, Warwick Undergraduate Global Excellence Scholarships, atau Yayasan Albukhary Foundation Scholarship. Ketiganya akan memberikan nominal bantuan dana yang berbeda-beda.

Sementara itu, untuk program Master Degree Scholarships, tersedia pilihan GREAT Scholarship for Law, Chevening-Warwick Scholarships, Chevening-WMG Scholarships dan WMG Excellence Scholarships.

Sedangkan untuk PhD Scholarships, program beasiswa yang tersedia meliputi University of Warwick Chancellor’s International Scholarships 2022, The Feuer International Scholarships in Artificial Intelligence (AI) 2022, MRes/PhD Economics Scholarships dan Mres/PhD Scholarships yang diberikan oleh Warwick Business School yang bergengsi.

"Terkait persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin mendaftar beasiswa-beasiswa tersebut memiliki kriteria tersendiri," kata dia.

Dia mengatakan untuk Undergraduates Scholarships syaratnya antara lain merupakan warga negara dari negara yang memenuhi syarat, termasuk Indonesia.

Kemudian harus mendaftar untuk belajar di Warwick sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan oleh setiap program yang ditawarkan, mendaftar untuk beasiswa, menerima tawaran dalam bidang studi yang tersedia untuk program beasiswa.

"Khususnya untuk Albukhary Foundation Scholarships, pelamar beasiswa juga diperlukan untuk menunjukkan kebutuhan finansial masing-masing," kata dia.

Untuk membahas peluang ratusan beasiswa tersebut, University of Warwick bekerja sama dengan IBEC (Indonesia-Britain Education Center) menggelar live webinar bertemakan “How to Get Scholarships to Study at Warwick?” beberapa waktu lalu.

Dalam webinar yang berlangsung selama 1,5 jam ini, Imran Hashim selaku Warwick Liaison Manager, University of Warwick (Southeast Asia Office) akan memandu acara dan turut didampingi oleh S Hendra (Senior Counselor-IBEC).

Setidaknya terdapat 28.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan di Warwick. Sebanyak 35 persennya merupakan mahasiswa internasional yang 104 di antaranya merupakan orang Indonesia. Bagi yang sedang mencari beasiswa, beberapa pilihan ini mungkin bisa jadi salah satu yang layak diperjuangkan.

Sementara itu, Afriana Siagian adalah mahasiswa S2 dalam program Supply Chain and Logistics Management di University of Warwick. Afriana adalah penerima beasiswa LPDP yang didanai oleh Pemerintah Indonesia.

Sebelum menempuh gelar Masternya, Afriana sudah bekerja di perusahaan manufaktur selama sekitar 5 tahun. Ia pun berbagi cerita bagaimana proses ketika dirinya memburu beasiswa.

“Saya mendapatkan beasiswa penuh dari Kementerian Keuangan. Itu benar-benar sangat legit dan pantas untuk dikejar. Untuk tahap registrasi LPDP sendiri sebenarnya standar, cuma ada 3 langkah. Pertama, ada skrining administrasi, yang kedua ada psikotes, lalu nanti ada substansi (wawancara dan tes kebangsaan atau pengetahuan tentang kewarganegaraan),” katanya.

Menurut Afriana, hal terpenting yang harus dipersiapkan adalah bagian pernyataan (personal statement(. Sebab, hal itu lah yang berpengaruh besar apakah kita akan diterima atau tidak.

“Jadi, tips dari saya itu harus diperkuat di bagian personal statement. Jadi ketika lulus administrasi, lalu nanti maju ke tahap wawancara. Itu nanti yang akan banyak digali oleh pewawancara," katanya.

Sederhananya, bagaimana sebenarnya masa lalu calon mahasiswa, apa yang sudah  dikerjakan, apa jurusan pilihan, apa organisasi yang sudah pernah diambil, apa yang akan dilakukan ke depannya, hal apa yang mau dieksplorasi dan kontribusi apa yang nanti akan diberikan untuk Indonesia sesuai dengan keilmuan.

"Jadi, memang harus sesuai antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan,” kata Afriana.

Dia sendiri mengikuti program Master di WMG. Dia menjelaskan kalau di WMG setidaknya terdapat 15 Master program. Lalu, kenapa dia memilih jauh-jauh menempuh gelar Masternya di Warwick.

“Alasan pertama adalah kenapa di UK? Pertama durasinya itu nggak seperti di US atau negara Eropa lainnya yang rata-rata dua tahun. Kalau di UK itu kita hanya satu tahun," kata dia.

Alasan lainnya, selain karena ranking dan join dalam Russell group university yang semua orang sudah tahu juga, background saya itu di Supply Chain and Logistic Management.

"Jadi, saya ingin menggali lebih dalam keilmuan saya ini, karena nanti kedepannya saya butuh ilmu ini untuk bisa mewujudkan long term goals. FYI, di UK itu hanya ada tiga universitas yang punya program yang spesifik untuk Supply Chain Logistic, salah satunya Warwick. Dan setelah saya lihat dari struktur, ranking, dan link ke global companies, maka saya memilih Warwick. Jadi, waktu itu saya sudah dapat LoA dari 2018,” tuturnya. (antara)

img_title Pramono Mau Beri Beasiswa LPDP ke 100 Mahasiswa Tahun Depan
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie

Pemerintah Pastikan Lulusan Sekolah Garuda Bisa Dapat Beasiswa

Wamen Stella menegaskan lulusan sekolah garuda berpeluang mendapat beasiswa di perguruan tinggi top dunia

img_title
VIVA.co.id
23 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut