Berapa Lama Otak Bisa Hidup Tanpa Oksigen?
- Pixabay
VIVA Tekno – Otak manusia merupakan organ yang sangat kompleks dan rapuh serta bergantung pada pasokan darah beroksigen yang konstan. Tanpa oksigen, sel-sel otak, termasuk neuron pengirim sinyal yang memungkinkan kita untuk berpikir dan merasakan, lambat laun akan mati.
Namun, berapa lama sebenarnya otak dapat bertahan tanpa oksigen?
Ilustrasi chip ditanam di otak manusia.
- dailymail
Dilansir dari Live Science, Kamis, 4 Januari 2023, Danny Gonzalez, seorang ahli saraf vaskular dan asisten profesor di Barrow Neurological Institute di Phoenix, Arizona, menjelaskan bahwa otak manusia membutuhkan lebih banyak energi daripada organ tubuh lainnya.
Meskipun hanya menyumbang 2% dari rata-rata berat badan orang dewasa, otak menggunakan sekitar 20% dari darah beroksigen dan berisi bahan bakar yang dipompa keluar oleh jantung, menurut sebuah tinjauan tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Intensive Care Medicine.
Otak kita membutuhkan suplai oksigen yang sangat besar untuk menjaga keseimbangan elektrolit, mineral yang membawa muatan listrik dan merupakan kunci untuk menghantarkan impuls listrik dalam sistem saraf.
Ketidak seimbangan elektrolit ini mengganggu kemampuan neuron untuk mengirim pesan, karena sel mengandalkan natrium dan kalium yang mengalir masuk dan keluar dari selaputnya. Aliran ini dikendalikan oleh "pompa" dalam membran neuron yang tidak berfungsi tanpa oksigen yang memadai.
Disfungsi pompa menyebabkan akumulasi natrium dan air yang cepat, menyebabkan neuron membengkak; namun demikian, mekanisme yang tepat di balik pembengkakan ini belum sepenuhnya dipahami, menurut sebuah tinjauan tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Neurocritical Care.    Â
Waktu yang dibutuhkan otak untuk mengalami kerusakan permanen atau mati total akibat kekurangan oksigen bergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat dan durasi kehilangan oksigen.
Hal tersebut dikarenakan gangguan pada suplai darah otak dapat bersifat parsial, seperti pada kasus stroke atau cedera kepala tertentu, atau dapat bersifat menyeluruh, seperti pada henti jantung, di mana fungsi jantung berhenti secara tiba-tiba.
Ilustrasi otak manusia
- Pixabay
Stroke tidak akan menyebabkan sel-sel otak langsung mati, tetapi, semakin lama kekurangan oksigen berlangsung, semakin parah kerusakan pada otak, menurut sumber daya medis StatPearls.