Tanda-tanda Kehidupan Ditemukan di Danau Alien

Lautan metana yang membentang di Titan, Bulan terbesar Saturnus.
Sumber :
  • (NASA/JPL-Caltech/ASI/Cornell)

VIVA Tekno – Titan, bulan terbesar Saturnus, telah lama memikat para ilmuwan dengan danau-danau anehnya yang terdiri dari metana dan etana cair.

img_title Prabowo Kenalkan Proyek Giant Sea Wall 480 Km di Hadapan Pemimpin Dunia

Temuan terbaru menunjukkan bahwa permukaan danau ini mungkin dipenuhi oleh gelombang yang mengikis garis pantai, memberi petunjuk penting tentang kemungkinan adanya kehidupan di tempat yang jauh ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemukan oleh astronom Belanda Christiaan Huygens pada 1655, Titan menyimpan rahasia yang luar biasa. Selama bertahun-tahun, permukaan Titan tetap tersembunyi di balik atmosfer tebal yang kaya metana.

img_title PLN IP Tegaskan Transformasi Energi Tak Hanya Mengalir Lewat Kabel

Titan bulan milik Saturnus.

Photo :
  • NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Pada 1944, Gerard Kuiper, seorang astronom Amerika, mengonfirmasi adanya metana di atmosfer Titan.

img_title BNPB Beberkan Penyebab Banjir Bali, Ternyata Akibat Gelombang Rossby dan Kelvin

Namun, gambaran detail tentang permukaan Titan baru muncul ketika pesawat luar angkasa Cassini mengorbit Saturnus pada awal 2000-an, mengungkapkan danau-danau besar hidrokarbon cair yang mengilap.

Titan adalah satu-satunya tubuh di tata surya, selain Bumi, yang memiliki badan cair besar di permukaannya. Ini membuatnya menjadi objek penelitian yang sangat menarik.

Para ilmuwan penasaran tentang bagaimana badan cair metana dan etana di Titan berperilaku. Apakah mereka bergerak seperti lautan di Bumi, atau tenang seperti kaca?

Lautan metana yang membentang di Titan, bulan terbesar Saturnus

Photo :
  • (NASA/JPL-Caltech/ASI/Cornell)

Studi baru oleh tim ahli geologi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan US Geological Survey mencoba menjawab pertanyaan ini dengan cara yang menarik.

Mereka melakukan pemodelan mendetail untuk memahami bagaimana gelombang di danau-danau Titan dapat membentuk garis pantai danau tersebut, seperti dilansir dari ScienceAlert.

Taylor Perron dari MIT dan Rose Palermo dari US Geological Survey memimpin penelitian ini. Pertama, tim ini memodelkan proses erosi pesisir di Bumi untuk memahami bagaimana berbagai mekanisme mempengaruhi garis pantai danau dan lautan.

Ini membantu mereka menciptakan kerangka dasar untuk mengidentifikasi proses erosi di Titan. Kemudian, mereka menerapkan kerangka ini pada tiga skenario di Titan, yakni tanpa erosi pesisir, erosi yang didorong oleh gelombang, dan erosi seragam di mana material pesisir larut atau runtuh karena beratnya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu konsep penting dalam penelitian ini adalah "fetch", yaitu jarak di mana angin dapat bergerak di atas permukaan cairan tanpa hambatan. Semakin panjang fetch, semakin besar energi yang ditransfer ke permukaan cairan, yang dapat menyebabkan gelombang yang lebih besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut