- ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ketua KPU Provinsi Jambi Subhan mengatakan, dari data yang ia terima, sebanyak 87 orang KPPSÂ di Provinsi Jambi jatuh sakit dan dua orang meninggal dunia. Subhan menyebutkan, data KPPS yang sakit sudah dicek langsung oleh Bawaslu dan KPU Kabupaten dan Kota Jambi. Rata-rata mereka sakit karena kelelahan dan memiliki riwayat penyakit.
Di Malang, selain mendapat laporan ada petugas KPPS yang meninggal dunia, hanya beberapa jam setelah selesai penghitungan suara, KPU juga mendapatkan laporan ada petugas yang mencoba bunuh diri. Subali adalah ketua KPPS 07 Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang. Dia melakukan percobaan bunuh diri karena diduga terjadi selisih hitung suara untuk DPD dan DPRD Kota.
Komisioner KPU Kota Malang Aminah Asminingtyas mengatakan, belum tahu kronologi versi Subali. Sebab sejak Sabtu 20 April 2019, Subali dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit Panti Nirmala, Kota Malang.
Tak semua petugas meninggal dunia saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019. Banyak diantaranya meninggal saat proses pengantaran surat suara. Di Sumatera Selatan, tercatat tujuh petugas KPPS meninggal, dan satu diantaranya meninggal karena ditabrak babi hutan.
Di Bogor, seorang perempuan petugas KPPS yang baru berusia 30 tahun bernama Eneng Jamilah juga meninggal karena kecelakaan. Menurut penuturan Popon, kerabat Eneng, sejak tahun 2014 Eneng sudah terlibat menjadi petugas KPPS. Ketika kejadian, Eneng dan Popon yang tinggal di Desa Galuga Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, naik motor menuju rumah mereka. Popon duduk di depan, Eneng membonceng. Di perjalanan, kendaraan mereka disalip motor lain. Motor hilang kendali dan jatuh ke kiri jalan. Eneng sempat dilarikan ke Klinik dan di rujuk ke RSUD Leuwiliang dan meninggal di ruang IGD.
![]()
Warga melayah di rumah KPPS yang meninggal di Bogor
Korban lainnya di Bogor adalah Anwar Sofyan Harahap, warga Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara. Pria berusia 62 tahun itu sudah berkali-kali menjadi petugas KPPS. Pada 22 April 2019 malam, Anwar mengeluh sesak nafas. Anwar sempat dibawa ke dokter, dan setelah itu pulang ke rumah. Namun akhirnya Anwar mengembuskan nafas terakhir. Menurut penuturan Parlindungan, kakak Anwar, adiknya jarang sakit. "Sudah lama dia jadi petugas PPS, namun sekarang terlalu banyak tugas mungkin. Setelah pulang dari TPS dia capek, maklum kerja sampai pagi," ujar Parlindungan.