SOROT 560

Bertahan di Tengah Gempuran

Swalayan
Sumber :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis

Buat Fatimah, perjalanan yang agak jauh jadi tak masalah demi selisih belanja yang lumayan.

img_title Padamkan Kebakaran Swalayan Cahaya, Air Kolam Marinir Disedot

Fauziah, warga Utan Kayu, Jakarta Timur juga mengaku sudah belasan tahun jadi pelanggan setia Tip Top swalayan. Bahkan, sejak sebelum menikah, Fauziah sudah sering belanja di swalayan ini. Menurut perempuan berusia 31 tahun itu, sejak ia mulai mengenal Tip Top swalayan tersebut tak pernah sepi pembeli. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selalu ramai dan antre. Ia mengaku senang belanja di Tip Top bukan saja karena harganya yang murah dan nyaris sama dengan toko grosir, tapi juga kelengkapan dan lokasinya yang tak jauh dari tempat tinggal Fauziah. 

img_title Warga Ungkap Detik-detik Kebakaran Swalayan Cahaya di Cilandak

"Di sini semua ada. Harganya lumayan, apalagi kalau belanja bulanan. Selisihnya lumayan lah. Selain itu ada food court dan tempat permainan anak juga. Jadi memang lengkap," ujar Fauziah. 

Tak hanya Hari Hari dan Tip Top, swalayan lain dengan kelas yang lebih besar seperti Carrefour dan Hypermart juga masih menikmati jumlah pembeli. Dua swalayan besar yang masih berada dalam jejaring perusahaan nasional itu sama-sama mengakui terjadi perubahan pola belanja konsumen, namun mereka masih berusaha mengikutinya. 

img_title Kebakaran Landa Toko Swalayan di Cilandak, 6 Mobil Pemadam Diturunkan

Kondisi ini berbeda dengan apa yang terjadi dengan Giant Supermarket. Peritel yang berada di bawah naungan PT Hero Supermarket Tbk tersebut pada pertengahan Juni lalu mengumumkan penutupan enam gerai mereka. Sebelumnya awal tahun ini mereka juga sudah mengumumkan menutup 26 gerai. Total sudah 32 gerai Giant Supermarket ditutup. 

Tetap Kuat dan Bertahan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bergugurannya gerai Giant diakui oleh Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, sebagai strategi perusahaan untuk terus merespons perubahan pola perilaku konsumen yang sangat cepat. Menurut Hadrianus, perubahan yang sangat cepat membuat perusahaannya juga harus bergegas menyesuaikan secara efektif. 

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen. Giant merupakan brand yang kuat, namun kami harus terus beradaptasi untuk bersaing secara efektif dengan menerapkan program multiyear transformation untuk memberikan peningkatan jangka panjang," ujar Hadrianus melalui pesan elektronik kepada VIVA. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut