- VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis
Selain itu, Hypermart membuat konsep baru yang mereka beri nama Hyfresh. "Itu untuk menjawab bahwa kemungkinan ke depannya kita sudah akan mulai mengurangi pembukaan tokonya," ujarnya.Â
Dia menjelaskan, Hyfresh yang mereka buat sudah dengan memvisualisasikan bahwa ke depannya, toko baru yang dibuka bukan lagi toko dengan format area yang luas. "Luasnya sudah tidak perlu 4.000 meter persegi lagi tapi mungkin sudah cukup dengan 1.000 meter persegi atau bahkan 1.500 meter persegi," ujarnya.Â
Segendang sepenarian dengan Hypermart. Jaringan ritel milik Transmart Corp, Carrefour juga sudah mulai melakukan ancang-ancang. Satria Hamid, vice president corporate communications Transmart Carrefour mengakui ketatnya persaingan saat ini dalam bisnis ritel. Bahkan, sudah sejak lima tahun belakangan Carrefour sudah mengantisipasi fenomena ini.Â
"Kita mempersiapkan konsep-konsep baru yang segar untuk memperbaharui toko dan juga memperkenalkan konsep-konsep terbaru untuk toko-toko baru kita," tutur Satria kepada VIVA.Â
Jadi, di tengah perusahaan lain mengerem pembukaan toko baru, Carrefour justru terus bertahan membuka toko. Bahkan dalam tiga tahun, Carrefour sudah membangun 20 toko.Â
Satria menjelaskan, saat ini strategi yang dikembangkan oleh Carrefour adalah menggunakan konsep 4 in 1. Konsep ini adalah memadukan kepentingan untuk berbelanja dengan unsur lainnya.Â
"Jadi kita kembangkan konsep hypermarket hybrid dengan department store, lalu mengembangkan konsep bersantap. Kemudian ketiga, dan ini yang sangat penting, adalah konsep bermain. Dan yang terakhir adalah menonton," ujar Satria.Â
Dengan konsep itu, kini setiap gerai Carrefour, maka di dalamnya juga ada unsur kuliner dan pengembangan konsep mini trans studio, juga bioskop. Satria memastikan, dengan konsep one stop shopping seperti itu, segala kebutuhan konsumen sudah terpenuhi. Belanja, makan, dan hiburan sudah bisa dilakukan sekaligus dalam satu area.Â
Online vs Offline
Fenomena ritel online yang sekarang marak tak membuat Carrefour surut. Satria malah mengajak melihat maraknya penjualan online sebagai sebuah tantangan.Â
Ini, ujar Satria, adalah kesempatan untuk menumbuhkembangkan unsur kreativitas sebuah supermarket besar. "Kita harus kembangkan inisiatif kreatif dan entrepreneur agar bisa tetap bersaing dalam bisnis ritel," dia menegaskan.Â