SOROT 418

Kultur Mistis Penyubur Padepokan

Kapolres Probolinggo mengecek kuburan di kompleks Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Foto: VIVA.co.id/Nur Faishal
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Ia pun ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba oleh Kepolisian Resor Mataram pada Selasa, 30 Agustus 2016 atau dua hari usai penobatannya menjadi Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) untuk kedua kalinya.

img_title 11 Anggota Keluarga Mafia di Tiongkok Dijatuhi Hukuman Mati

Penangkapan itu pun membongkar sosok Aa Gatot dan padepokannya. Ternyata tak cuma narkoba, Gatot pun tersandung dugaan kepemilikan senjata api, penyimpanan satwa langka dan terakhir yang paling fenomenal adalah dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setidaknya kini sudah ada delapan orang yang mengaku menjadi korban Gatot Brajamusti. Dan konon jumlah itu belum seluruhnya. Sebab dari pengakuan pelapor, ada puluhan anak bawah umur yang pernah menjadi korban pelecehan seksual Gatot.

img_title Kata Polisi soal Penipuan Modus KTP Digital yang Sasar Wali Kota Jakpus

Dan ironisnya, seluruh korban Gatot itu juga dicekoki Aspat atau sabu-sabu yang menjadi andalan Gatot untuk merayu para korbannya. "Sejauh ini ada delapan laporan yang masuk ke kita. Bahkan informasi aduan yang masuk itu ada puluhan, tetapi yang sudah terverifikasi ada delapan," kata Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Ni'am.

img_title Wika Salim dan Mantan Manajer yang Diduga Tipu Miliaran Dipertemukan, Damai atau Lanjut ke Pengadilan?

Kejahatan Kultural

Menurut Sosiolog Universitas Indonesia, Ganda Upaya, kultur budaya orang Indonesia diakui memang masih kental dengan nilai agama dan budaya mistis. Hal ini yang kemudian menjadi awal mula masalah untuk kejahatan budaya kultural, salah satunya lewat kemunculan padepokan-padepokan penipu yang bertabir keagamaan dan kebudayaan.

Orang Indonesia, kata Ganda, akhirnya dengan mudahnya mempercayai apa yang dijual oleh kelompok yang berbau agama atau pun hal yang bersifat mistis dan di luar nalar.

Untuk itu, fenomena kepercayaan itu bisa ditemukan hampir di setiap sudut Indonesia. Beberapa pengikut melakukan secara sadar dan beberapa lain lantaran  karena putus asa dan tidak memiliki pengetahuan keagamaan atau umum yang memadai. "Ketika mengalami kesulitan, orang ingin berubah dengan jalan pintas," kata Ganda, Jumat, 14 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Jawa Timur, munculnya padepokan bernama Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi. Menjadi bukti bahwa padepokan berkedok keagamaan begitu mudahnya masuk ke masyarakat.

Ribuan orang pun percaya kelompok yang disebut kerap menggelar pengajian dan sedekah bagi orang miskin ini akan bisa menuntaskan masalah mereka. Kepercayaan bahwa pimpinan padepokan Taat Pribadi memiliki karomah karena bisa menggandakan uang pun menjadi motif ribuan pengikut kelompok ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut