SOROT 418

Kultur Mistis Penyubur Padepokan

Kapolres Probolinggo mengecek kuburan di kompleks Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Foto: VIVA.co.id/Nur Faishal
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Kondisi serupa pun terjadi di Depok Jawa Barat yang dilakoni padepokan bernama Satrio Aji Danurwenda. Motif awalnya serupa dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yakni berkedok keagamaan dan ditujukan untuk meraup kekayaan sesaat. Para korban pun ditanamkan kepercayaan bahwa pimpinan Padepokan Satrio Aji ini bisa memberikan kekayaan dan kepercayaan diri. Mediumnya dengan cara menjual sejumlah benda-benda klenik kepada para pengikutnya.

img_title Polres Priok Tangkap Penipu yang Bikin Yayasan TNI AD Merugi Rp 2,26 Miliar

Kemudian, Padepokan milik Gatot Brajamusti di Sukabumi Jawa Barat. Bermotif dengan menjanjikan pengikutnya ibadah keagamaan dan sedikit iming-iming soal ketenaran lantaran pimpinan padepokannya seorang artis. Padepokan milik Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) ini pun berhasil membius pengikutnya. Lelaki ini pun dipercaya memiliki ilmu agama tinggi dan yang lebih konyolnya lagi ia bisa menjadi jin yang konon diakui pengikutnya bisa mencabut nyawa mereka yang membangkang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Orang itu kalau mendengar bahasa padepokan itu luar biasa loh. Mereka masuk sana itu dianggap hebat, karena pemimpinnya ini diyakini adalah orang yang hebat," kata Ganda.

img_title Rumah Mewah di Jaksel Digerebek, Isinya WN China Dalang Penipuan Online Berkedok Polisi Wuhan

Oleh karena itu, kata Ganda, wajar adanya ketika para pengikut tidak bisa berbuat apa-apa ketika tahu mereka diperdayai. Pengkultusan pemimpin mereka membuat para korban akhirnya memilih berdiam diri dan menyimpan apa yang mereka alami.

Hal senada disampaikan Arthur Josias Simon. Kriminolog Universitas Indonesia ini mengatakan, kejahatan yang dilakukan oleh ketiga pimpinan padepokan yakni, Taat Pribadi, Satrio Aji dan Gatot Brajamusti memang kejahatan kultural. Ketiganya menggunakan nilai-nilai yang ada di tataran masyarakat menjadi dasar awal muslihat yang hendak dibangun. Sikap orang Indonesia yang begitu mempercayai hal yang berbau mistik pun menjadi pintu masuk penting.

img_title Dua Perusahaan Swasta Dipolisikan, Diduga Gelapkan Solar Industri Rp1,88 Miliar

Tak ayal, padepokan-padepokan yang memiliki maksud untuk mengakomodasi nilai-nilai ketenangan, kenyamanan, ketenteraman dan tidak materialistik pun menjadi magnet kuat untuk merekrut pengikutnya.

"Di awal mungkin saja baik (padepokannya). Tapi dalam perkembangannya itu disalahgunakan oleh pemilik atau ada penyimpangan-penyimpangan," kata Arthur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Emas batangan barang bukti penipuan Dimans Kanjeng

Polisi menunjukkan barang bukti berupa emas batangan dari tersangka penipu Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ungkap kasus di Mapolda Jawa Timur, Jumat (7/10/2016). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut