Indonesia Waspada Ancaman Bioterorisme

Lebih dari 20.000 ayam dimusnahkan di Hong Kong
Sumber :
  • REUTERS/Tyrone Siu

img_title Jokowi Serukan Kekuatan Islam Perangi Terorisme
Temuan lain adalah seputar kasus penyakit anthrax di Blitar, Jawa Timur, beberapa waktu silam. Sepanjang pengetahuannya, didukung laporan Kementerian Kesehatan, wilayah Jawa Timur dikenal bebas anthrax. Tetapi, tiba-tiba muncul berita ditemukan kasus anthrax di Blitar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Paus Frasiskus Tak Setuju Kekerasan Disamakan dengan Islam
Profesor Nidom berterus terang, tidak dapat melacak pasti muasal anthrax itu bercokol di Blitar. Dia baru sebatas menganalisis akibat yang ditimbulkan dari kasus itu, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan dana tak sedikit untuk urusan anthrax itu.

img_title Terbuka Peluang Ada Sel Baru Teroris Walau Santoso Tewas
“…dan potensi menular pada hewan dan manusia juga sangat mungkin," katanya.



Sejarah bioterorisme

Bioterorisme sesungguhnya istilah untuk menjelaskan penggunaan sabotase, atau penyerangan dengan bahan-bahan biologis, atau racun biologis. Tujuannya serupa terorisme konvensional, meski media yang dipakai berbeda, yakni menimbulkan kerusakan pada perorangan, atau kelompok perorangan.

Bioterorisme juga sama dengan teror konvensional dalam hal bertujuan menciptakan kepanikan publik, atau ketidaknyamanan dalam masyarakat. Dalam kasus tertentu tak sampai mematikan, tetapi menyebabkan kecemasan massal, sehingga mengganggu ketertiban umum dan memengaruhi aktivitas perokonomian.

Dalam kajian tentang bioterorisme dikenal istilah agen biologis sebagai sarana, atau media untuk menebarkan teror. Agen biologis yang paling umum digunakan sebagai senjata teror adalah mikroorganisme dan racun-racunnya, yang dapat digunakan untuk menimbulkan penyakit, atau kematian pada populasi penduduk, binatang, bahkan tanaman. Agen pencemaran dapat dilepaskan di udara, air, atau makanan.

Bioterorisme sebenarnya bukan hal baru dan bukan peristiwa di era modern saja, melainkan sejak sebelum masehi. Sejauh yang masuk dalam catatan sejarah dunia, peristiwa pertama yang dilaporkan adalah di abad VI sebelum masehi. Tentara Asiria meracuni sumur air untuk musuh mereka dengan ergot, suatu fungi yang memproduksi racun yang sering ditemukan pada sejenis gandum.

Jenderal Francisco Pizarro memimpin militer Spanyol, dalam operasi penaklukan Inca di Peru pada sekira tahun 1520. Dia memberikan pakaian yang mengandung kuman cacar kepada orang Inca.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Laporan serupa menuduh Inggris, kemungkinan juga menggunakan patogen untuk menghancurkan musuh mereka sewaktu proses penjajahan Amerika Utara. Negara itu dicurigai mendistribusikan selimut yang mengandung kuman cacar kepada orang Indian.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut