Teknologi Canggih, Teroris Makin Gigih
- allpinoynews
Tidak hanya pemerintah negara, kelompok peretas Anonymous pun geram dengan ulah ISIS. Mereka bahkan menantang ISIS untuk berperang di dunia siber. Dalam serangkan tweet, Anonymous juga menegaskan bahwa mereka sebenarnya telah lama memerangi ISIS.
Mereka berusaha mengganggu proses rekrutmen ISIS di media sosial, bahkan menghalau jalur komunikasi yang digunakan kelompok teror itu. Bahkan, salah satu akun Twitter Anonymous mengklaim bahwa mereka telah "menghabisi" 3.800 akun Twitter yang diduga pro-ISIS.
"Serangan siber memiliki dampak yang luar biasa. Tentu saja itu tidak bisa digunakan menangkap atau membunuh teroris secara fisik, namun bisa untuk menghancurkan komponen struktural dalam operasional para teroris. Mereka bisa mencari sumber pendanaan teroris dan menghentikan jalur tersebut agar ISIS tidak lagi mendapat suplai. Ini akan merusak operasional mereka," ujar ahli keamanan siber, David Gewirtz.
Untuk "memenangi perang", Anonymous meminta kontribusi banyak pengguna internet. Mereka pun merilis panduan untuk mengidentifikasi dan melumpuhkan situs dan akun jejaring sosial terkait ISIS.
Panduan itu termasuk "NoobGuide" bagi siapa saja yang ingin belajar meretas, kemudian "Reporter" yang merupakan penjelasan panduan proses mengatur akun robot, serta "Searcher" yang merupakan panduan untuk menemukan website ISIS.
Namun, pertanyaannya, apakah ini bisa membuat ISIS jera? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.