Dua Sisi 'Turn Back Crime'

Ilustrasi: Baju 'Turn Back Crime' yang dikenakan polisi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

Aksi itu diperlukan agar semua  bersatu melawan tantangan kejahatan modern. Dengan bekerja sama, kita dapat melawan kejahatan dan mengurangi dampaknya pada kesehatan dan keselamatan masyarakat.

img_title Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Interpol

Sejumlah pesohor dunia, seperti bintang sepakbola Lionel Messi dan bintang film Jackie Chan turut mendukung kampanye ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, kampanye “Turn Back Crime” dimulai pada 5 Juni 2014. Dikutip dari Interpol.go.id, target kampanye itu adalah masyarakat umum, kalangan bisnis dan instansi pemerintah. Hal itu agar mereka kembali peduli dan menyadari terhadap kejahatan di sekitarnya dan memeranginya secara bersama-sama untuk menciptakan dunia yang aman.

img_title Beragam Tanggapan Munculnya Wajah Krishna Murti di Line

Adapun pesan-pesan yang disampaikan dalam kampanye, di antaranya yaitu; “Organised crime starts with money, don’t let it be your” (kejahatan terorganisir dimulai dengan uang, jangan biarkan hal itu terjadi pada Anda); “Know the risks, stay safe” (kenali bahaya, tinggal dengan aman); “Together we can” (bersama-sama kita bisa)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti menyambut positif masyarakat  yang memakai atribut TBC. Pihaknya tak melarang siapa pun warga yang mengenakan kaus maupun atribut lainnya bertuliskan “Turn Back Crime”.

img_title Wajah Khrisna Murti Menghiasi Line

Banyaknya warga yang memakai atribut TBC itu, menurut Badrodin, adalah sebuah sosialisasi kampanye tersebut di tengah masyarakat. "Interpol di Lyon Prancis justru apresiasi sosialisasi TBC," katanya.

Kampanye “Turn Back Crime” yang digalakkan Indonesia mendapat pujian dari Interpol. “Kampanye ‘Turn Back Crime’ di Indonesia yang terhebat di dunia. Mendapatkan apresiasi dari Interpol,” tulis Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di media sosial Instagram miliknya, Jumat, 6 Mei 2016.

Namun Interpol memberi catatan soal tulisan “Interpol” di kaus yang beredar bebas.  Interpol tak mengizinkan namanya dicatut. “Problemnya, atas permintaan Interpol, dengan sangat menyesal warga sipil dilarang menggunakan kaos dengan tulisan Interpol,” tulis Krishna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya…Penyalahgunaan dan Kritikan…

Meski kampanye TBC di negeri ini mendapat acungan jempol dari Interpol, tapi sisi lain, fenomena penggunaan atribut TBC di masyarakat ini dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut