Mimpi Buruk Twitter
- REUTERS/Lucas Jackson
"Gila memiliki Jack Dorsey yang menjadi CEO paruh waktu di perusahaan dengan problem yang dimiliki Twitter," jelas Miller dalam sebuah acara dikutip dari CNBC.
Nasib Twitter
Menurut analisa Lance Ulanoff dari Mashable, Twitter memiliki satu wilayah yang dianggap cukup sukses, yakni industri iklan. Twitter mendapatkan cukup banyak uang dari iklan. Pertumbuhan pendapatannya dari iklan sebesar 18 persen tahun per tahun.
“Namun sayang, sebagai perusahaan public, pemegang saham hanya mau melihat pertumbuhan yang berkelanjutan. Masa depan tanpa pertumbuhan berarti peningkatan revenue tidak akan terjadi dalam jangka panjang. Ini artinya, pengguna Twitter harus terus tumbuh,” ujar Ulanoff.
Ulanoff yakin jika Twitter akan terus berdiri meski belum ada investor yang tertarik dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini dikarenakan Twitter telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat digital. Twitter masih menjadi alat ukur bagi kebanyakan media, rujukan pemberitaan, kreasi konten dan lainnya.
Twitterlah yang menyatukan pengguna internet dengan topic yang paling dibicarakan masyarakat dunia, mulai dari konflik di teluk Arab, perekrutan ISIS sampai popularitas Donald Trump.
“Facebook juga memiliki fungsi yang sama tapi kecepatan respons pasar, secara real-time, hanya bisa dilihat di Twitter,” katanya.
Ulanoff menyebut, Twitter akan menjadi besar jika berada di tangan yang benar. Tangan itu adalah milik Google, dengan kemampuan dana yang powerful dan kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Namun pengamat lain menilai jika Disney bisa menjadi pembeli potensial dan akan menguntungkan jika memiliki platform Twitter. Portfolio ekspansif yang dimiliki Disney belum memasukkan media dalam dafta. Padahal media macam Twitter ini bisa menjadi alat yang mumpuni untuk terus menggaungkan brand maupun produk mereka ke khalayak luas.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$12,76 miliar dan kehilangan sekitar US$400 juta per tahun, Twitter dinilai terlalu mahal untuk diakuisisi oleh perusahaan lainnya. Berdasarkan laporan terakhir pada bulan Juni lalu, jumlah total karyawan yang dimiliki oleh Twitter secara global mencapai 3.860 orang.
Kamis, 27 Oktober 2016, menjadi penentu bagi ratusan karyawan Twitter.