Hikayat Berliku Nyonya Meneer
- Dwi Royanto/VIVA.co.id
Rhenald lantas mencontohkan beberapa perusahaan lain tersebut. Mustika Ratu misalnya, melakukan inovasi membuat produk bahan baku kolang kaling. Kemudian Kalbe Farma mengeluarkan produk baru hydro coco, Sidomuncul dengan produk tolak angin cair dan tolak angin cair anak.
“Nyonya (Meneer) tidak kita kenal (berinovasi), dari dulu sampai sekarang jamu habis melahirkan, minyak telon. Nah produk yang lama, makin enggak laku karena perubahan selera orang dari masa ke masa, ini yang jadi masalah di Nyonya Meneer,” ujarnya.
Dalam pandangan Rhenald, Nyonya Meneer lebih tergerus lagi dengan datangnya teknologi. Pada era serba teknologi saat ini, perkembangan bisnis mesti dibarengi dengan pemasaran menggunakan teknologi seperti e-commerce. Saat ini, produk jamu rumahan saja, sudah merambah pemasaran lewat online.
Suara senada datang dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro. Dalam era teknologi saat ini, menurut dia, pola konsumsi masyarakat bisa berubah dengan cepat. Apabila perusahaan tidak mampu beradaptasi untuk menciptakan suatu inovasi, perusahaan itu akan sulit untuk tetap eksis.
Sebagian perusahaan yang tetap bertahan saat ini karena mengubah manajemen bisnisnya mengikuti zaman. Perusahaan tersebut pun mendapatkan keuntungan. "Saya tidak mau men-judge masalah manajemen atau masalah pasar. Tapi perusahaan datang dan pergi. Hanya perusahaan yang punya daya saing dan bisa menjaga kemampuan melihat peluang usaha yang akan bertahan," kata Bambang, di Jakarta, Jumat 4 Agustus 2017.
Jejak Nyonya Meneer
Sebagai sebuah perusahaan, PT Nyonya Meneer telah melalui perjalanan panjang. Pendirian perusahaan bermula dari kegiatan Lauw Ping Nio atau dikenal dengan nama Nyonya Meneer meracik jamu. Wanita kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur pada 1895 ini bergelut di bidang jamu lantaran sang suami sakit.
Ketika itu, pada era 1900-an, seperti dikutip dari laman njonjameneer.com, berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi suami tercinta. Lantas, berbekal sedikit pengetahuan soal aneka tumbuhan dan rempah, Nyonya Meneer mencoba meracik jamu untuk diminum. Ternyata, ramuan yang diraciknya mujarab.
Tak sebatas suaminya yang minum jamu, para kerabat dekat pun mencoba racikan jamu Nyonya Meneer. Bahkan, Nyonya Meneer yang ringan tangan lantas meracik jamu untuk orang-orang di sekitarnya yang demam, sakit kepala, masuk angin dan terserang berbagai penyakit ringan lainnya.