Waspada Gesek Ganda Pencuri Data

Jangan mau kartu kreditnya digesek selain di mesin gesek resmi (EDC).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

"Di Indonesia aturan itu tidak ada karena fasilitas terbatas, satu EDC digunakan beberapa merchant dan perilaku masyarakatnya susah karena harus jalan-jalan," tegasnya.

img_title Peringatkan Keras Jamie Dimon Soal Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit: Bencana Ekonomi

Selanjutnya...Jangan Gesek Kartu Sembarangan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan Gesek Kartu Sembarangan

img_title Trump Mau Pangkas Bunga Kartu Kredit Jadi 10 Persen, Bank AS Bersiap Kencangkan Ikat Pinggang

Dalam upaya mengurangi kasus gesek ganda pada kartu kredit Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) mengimbau kepada seluruh nasabah waspada terhadap kebiasaan yang berakibat fatal. Apalagi, dalam beberapa waktu terakhir, kepolisian membongkar sindikat pelaku jual beli data nasabah perbankan.

General Manager AKKI Steve Marta mengungkapkan, ada beberapa kebiasaan yang perlu diwaspadai pengguna kartu kredit, agar data yang dimilikinya tidak tersebar dan disalahgunakan. Misalnya, seperti menggesekkan kartu selain ke mesin Electronic Data Capture (EDC).

img_title Gebrakan Trump Bikin Saham Bank Besar AS Rontok, JP Morgan hingga Citigroup Tertekan

“Kalau kartu di-swipe dua kali, data berpotensi tidak terjaga dan bisa digandakan. Jadi tidak boleh asal swipe sembarangan, tanpa dijaga keamanannya,” kata Steve saat berbincang dengan VIVA.co.id, Jakarta, Rabu 30 Agustus 2017.

Steve menjelaskan, merchant tidak bisa begitu saja menggesek kartu nasabah selain di mesin EDC. Selain karena alasan keamanan, perlu adanya sertifikasi dari institusi terkait yang bisa mempertanggungjawabkan kerahasiaan data nasabah yang terekam.

Selain itu, ada satu hal penting lainnya yang harus dicermati para pemilik kartu kredit, agar data pribadinya tidak tersebar ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Yakni, dengan berhati-hati dalam melakukan transaksi menggunakan fasilitas wi-fi publik.

“Bisa juga dari sambungan telepon, dicuri datanya melalui tapping. Kemudian wi-fi, karena transaksi melalui wi-fi ini tidak terjaga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey, menjelaskan langkah gesek yang dilakukan seluruh anggota peritel di Indonesia selama ini sebenarnya adalah cash register.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, proses yang dilakukan di cash register itu hanyalah upaya untuk memvalidasi data, nomor kartu yang sama dengan pemilik kartu. Biasanya itu dilakukan pada kartu kredit.

Dengan demikian, nasabah dalam proses transaksi kasir bisa mengetahui dan memvalidasi sama tidak nomor kartunya dengan yang ada di EDC. Dan bila terjadi rekonsiliasi dan tidak sesuai bisa ditelusik dengan mudah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut