Para YouTuber Emas Indonesia
- Twitter/@Google_IDN
Pada 2014, Bayu Skak menerima penghargaan Silver Play Button YouTube karena memiliki lebih dari 100 ribu penggemar. Setahun kemudian, jumlah penggemarnya di YouTube naik menjadi 500 ribu dan kemudian meraih Golden Play Button pada April 2017, saat kiprahnya menjadi YouTuber masuk usia 7 tahun.
YouTuber lainnya yang telah meraih Golden Play Button adalah Ria Ricis. Bagi pengguna internet, nama adik Oki Setiana Dewi itu sudah cukup dikenal. Di jagad dunia maya, perempuan berhijab dengan nama Ria Yunita itu terkenal mulai dari Instagram. Setelah melihat potensi di Instagram, Ria Ricis mengembangkan sayapnya ke medium YouTube.
Lewat akun Ricis Official, saluran yang dibuka sejak Januari 2016 ini sudah diikuti lebih dari 33 ribu penggemar. Bersama teman-temannya, Ricis pun menelurkan video-video lucu yang menghibur serta lewat permainan squishy dan slime. Dan akhirnya berkat kreativitasnya, dia bisa menggaet 1,4 juta penggemar.
Ria Ricis merupakan YouTuber wanita pertama di Indonesia yang menyabet Golden Play Button.
Kepopuleran Ria Ricis dalam dunia maya membawa keberkahan tersendiri baginya. Banyaknya penggemar membuat Ricis jadi incaran perusahaan untuk endorse produk mereka. Seiring dengan ketenarannya, dia kini sudah bisa membiayai kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan membayar biaya kuliah, membeli mobil dari koceknya pribadi tanpa bantuan orang tuanya.
![]()
Bayu Skak, YouTuber Golden Play Button
Konsisten konten
Soal membuat konten menarik dan menyedot perhatian warganet bukan perkara mudah, penuh tantangan untuk bisa menyedot perhatian penonton. Bayu Skak menuturkan, kunci suksesnya mendapatkan Golden Play Button yakni konsistensinya dengan konten berbahasa Jawa. Dia tak merasa takut untuk terus memakai video berbahasa Jawa.
"Pertama, kita harus konsisten. Misalkan, kita sudah niat mau jadi YouTuber, maka kita harus tahu segala risikonya. Jangan hanya senangnya saja tapi susahnya juga harus diterima,” kata pria berusia 24 tahun ini, Senin 18 September 2017.
Selanjutnya selain konsisten, YouTuber harus menampilkan jati dirinya. Bayu menuturkan, dia memang sejak awal sudah memosisikan untuk terus mengunggah video berbahasa Jawa, sesuai asal daerah dan komunitasnya. Pilihan fokus video berbahasa Jawa sudah sekaligus menegaskan siapa dirinya. Bayu merasa video berbahasa Jawa merupakan pasar yang cocok baginya. Seperti halnya orang berjualan, semua YouTuber punya pasar masing-masing, untuk itu menurutnya tak perlu merasa khawatir video yang susah payah dibuat tak ditonton orang.