Para YouTuber Emas Indonesia
- Twitter/@Google_IDN
Head of Media PT Media Makmur, Pradana Putra mengatakan, satu tips penting yang mesti diketahui pengguna yang doyan mengunggah video yaitu fokus saja pada tema konten 'bagaimana' alias 'how to'.
Menurutnya, khalayak video Indonesia sangat haus dengan konten berbau 'how to' dalam bidang make up, cooking sampai tips menyelesaikan masalah sehari-hari (lifehack).Â
Pradana juga menyarankan agar kreator video juga tak melupakan konten video 'how to' yang tak lekang zaman (evergreen topic).Â
C Channel misalnya, pada platform ini hampir keseluruhan berisi video tips, seperti bagaimana cara make up membuat kontur hidung, bagaimana cara mengecat kuku dengan motif bunga, dan lainnya.
Agar ‘panen’ penonton video, Pradana menuturkan, selain ‘how to’ juga tergantung pada siapa yang ada di video tersebut, apa yang jadi konten videonya, dan via media apa video itu dipublikasikan.
Pradana mengingatkan, setidaknya konten video harus ramah dengan mobile. Sebab saat ini penetrasi smartphone terus bertambah. Dia menyarankan juga agar mengunggah video pada aplikasi di smartphone. Dengan demikian menambah peluang jumlah penggemar dan penonton yang melihat video karya kreator.Â
"Semakin influential clipper-nya semakin bagus views-nya, Semakin bagus kontennya (sesuai kebutuhan audiens) semakin bagus views-nya," kata Pradana.
Co-Founder dan Chief Executive Officer SociaBuzz, Rade Tampubolon mengatakan, konten YouTube yang ringan dan lucu memang menjadi kesukaan penonton YouTube. Umumnya, penonton mengakses YouTube untuk mencari hiburan. Makin aneh dan unik konten di YouTube, maka makin mudah mendapatkan perhatian dari penonton.Â
Selain video yang unik dan lucu, Rade menuturkan YouTuber juga memanfaatkan topik yang sedang menjadi tren di masyarakat. Kreator YouTube ramai-ramai menggunakan topik yang sedang menjadi tren sebagai judul dan konten. Skema ini menyesuaikan dengan algoritma YouTube yang mengedepankan trending topic. Dengan demikian, jumlah penonton YouTuber bisa lebih banyak.
"Ya sekarang banyak konten yang mengikuti tren agar tetap relevan. Karena persaingan konten semakin besar juga," ujarnya.Â
Menurut Rade, salah satu strategi untuk memasarkan konten YouTube yakni give away. Cara ini sudah banyak diterapkan oleh YouTuber Indonesia. Dalam give away, kreator memberi hadiah untuk penonton yang berkomentar dan menjadi penggemar.Â