Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis

Roti Tan Ek Tjoan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria

Adonan dicampur hingga kemudian diistirahatkan, agar mengembang. Setelah itu adonan disteam selama 30 menit, sebelum akhirnya di masukkan ke dalam sebuah oven besar yang konon usianya telah mencapai puluhan tahun. Tahap terakhir adalah pengepakan dan dikirimkan ke sejumlah toko dan para pedagang sepeda.

img_title Persisten Lama

Diceritakan Josey R Darwin (58), penerus usaha roti Tan Ek Tjoan, bisnis turun-temurun keluarga ini dimulai dari 1921 di Bogor. Pendirinya, bernama Tan Ek Tjoan. Usaha ini sebenarnya dibuat, karena sang istri yang gemar membuat roti. Kemudian, usaha roti ini semakin berkembang hingga mereka membuka cabang di Jakarta, tepatnya di Cikini pada 1955.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, yang membuka usaha ini kakak adik. Kakak di Bogor, adik di Jakarta. Terus, sekitar tahun 2007, yang di Jakarta dipegang sama anaknya yang laki-laki ,Tan Kim Hai," kenang Josey.

img_title Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan Cek Breaking NULL

Beruntung di tangan Tan Kim Hai, usaha roti ini berjalan sukses, usahanya menjadi besar di Jakarta. Kemudian, dibangunlah toko Tan Ek Tjoan di Cikini. Namun, saat Kim meninggal dunia, semua berubah. Usaha roti ini tak lagi ramai. 

"Kemudian tahun 2007, Pak Kim meninggal, anaknya Pak Kim itu teman SD saya. Tetapi, dia di Belanda, jadi mereka tinggal di Belanda, karena istrinya orang Belanda, mereka mondar mandir."

img_title Ancaman Kebakaran Hutan dan Krisis Air di Indonesia

Josey ingat betul kisah sebelum Kim meninggal. Kondisi perusahaan roti yang dijalani Kim sempat tak terurus. Kim ketika itu sering mondar-mandir ke Belanda, jadi usaha roti di Jakarta berjalan seadanya. Tak ada perkembangan, bahkan semakin hari makin sepi. Kualitas rotinya juga makin merosot, omzetnya juga tak banyak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah Pak Kim meninggal, saya ketemu anaknya tahun 2009, dia kepusingan karena rugi. Terus banyak persoalan mereka yang enggak tuntas, jadi saya bantu dia. Dari pertama dia bilang, tolong di-manage dong."

Akhirnya di 2010, terjadi kesepakatan, Josey yang mengelola bisnis Tan Ek Tjoan. Karena tak paham bisnis usaha roti, dia mulai belajar. Ia berusaha mengembalikan image dan kualitas Tan Ek Tjoan. Dia juga yang berusaha mengembalikan zaman kejayaannya sampai pada hari ini. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut