Usaha Keras Roti Legendaris Tetap Eksis
- VIVA.co.id/Bimo Aria
Anak muda zaman sekarang, menurut Yohanes lebih terpikat dengan aneka rasa roti modern dengan banyak campuran butter. "Ruang gerak roti tradisional ini sudah sangat kecil, anak-anak muda banyak cari roti modern ke mal," kata Yohanes.
Untuk roti klasik seperti Lauw, disadari olehnya, tak banyak anak muda yang tahu rasanya, meski masih banyak yang menjajakan menggunakan gerobak ke gang-gang kecil Jakarta. Bahkan saat ini, penjualan Lauw dari tahun 2000-an hingga sekarang agak menurun.Â
Dulu, Lauw memang jadi kegemaran kalangan menengah ke atas. Bahkan, sempat juga masuk gerai mal di kawasan Kelapa Gading. Tetapi, sekarang pasarnya berubah. Hanya kelas menengah ke bawah yang jadi pembelinya. Untuk menikmati roti manis Lauw, harga satu roti bisa mencapai Rp6.000, untuk yang manis spesial dan agak modern Rp7.000 dan untuk roti tawar Rp12 ribu.Â
![]()
Jika dibandingkan dengan roti-roti di mal dengan varian rasa lebih modern, harga tak jauh berbeda. Apalagi, saat roti-roti modern banting harga, Lauw makin tak dilirik pembeli.Â
Namun, usaha roti ini hingga sekarang masih bertahan. Pedagang keliling roti Lauw masih setia. Masih ada 28 pedagang keliling khusus di kawasan Menteng. Satu pedagang bisa membawa 150 roti.Â
Dan, sama seperti Tan Ek Tjoan, roti klasik, roti gambang masih banyak dicari pelanggan. Roti moka juga masih jadi idola. "Kalau yang lainnya standar lah, karena itu khasnya di situ."
Roti gambang sejauh ini, memang hanya diproduksi oleh pabrik-pabrik roti klasik. Yang membedakan dengan roti modern, roti gambang dibuat dengan sedikit bubuhan jahe, gula merah dan kayu manis. Tak heran roti ini bisa tahan lebih lama.
"Kalau ada orang terbiasa hidup di Jakarta ingin bawa roti ini pulang kampung masih bisa satu dua bulan enggak basi, karena benar benar produksinya alami, harganya hanya Rp6 ribu."Â
Berikutnya, hadapi persaingan>>>
Hadapi persaingan
Walau masih punya rasa roti yang diidolakan, tetap persaingan tak bisa dihindarkan. Usaha agar bisa bertahan, terus dilakukan. Agar tak kalah dengan rasa roti modern, Lauw ikut berbenah menghadirkan rasa lebih kekinian.Â