Menggusur Pedagang Seluler
- REUTERS
Jalur modern diduga bagi operator begitu efisien. Dengan keunggulan jalur distribusi saluran modern kini bisa selain pengisi pulsa, juga menjual kartu perdana reguler maupun paket data.Â
"Yang kami perjuangkan adalah etalase outlet tradisional, konter kecil yang luasnya satu meteran itu," ujar pria Ketua KNCI Semarang itu.Â
Dengan rasa geram, Guntur menuding regulator baik Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tutup kuping dan mata dengan kondisi bisnis pedagang seluler di lapangan.
Dia mengatakan, dengan aturan ini, operator bisa menanggung untung, sebab mereka tak begitu banyak bersentuhan dengan para pedagang seluler. Padahal, menurutnya, jutaan konter tradisional itu merupakan corong bagi hidupnya bisnis operator.
"Pedagang enggak dihitung, jadi cuma operator ke user. Pemakaian penggunaan dari kartu ke pengguna itu, pedagang enggak dihitung. Padahal, hidupnya operator telekomunikasi dari pedagang juga," ujarnya.
Peralihan distribusi ke saluran modern ini sudah terjadi di lapangan. Guntur mengungkapkan, Telkomsel dan XL sudah mulai mengurangi pasokan kartu prabayar ke saluran tradisional dan melarikannya ke saluran modern.
Guntur menggambarkan, dampak pembatasan itu bisa membuat konter tradisional maupun konter kecil segera gulung tikar.Â
Sebagai simulasi dampak, Guntur mengatakan, rata-rata omzet kotor satu konter kecil bisa mencapai Rp3 juta per hari. Jika bisnis ini seret dan lembat, bakal berdampak bagi keluarga maupun karyawan sang pedagang seluler. Sementara itu, jumlah konter kecil di Tanah Air mencapai jutaan.
"Efeknya panjang. Secara statistik jelas gede. Sudah bisa dihitung dikalikan jutaan konter," katanya.Â
Efeknya bukan hanya bagi transaksi pedagang seluler, pembatasan registrasi itu menurutnya, akan memengaruhi bisnis konter seluler yang lain, misalnya pengiriman barang kartu perdana yang dilakukan distributor kartu telekomunikasi. Aturan baru ini juga bakal berdampak pada bisnis nomor cantik, yang selama ini diburu pengguna seluler.
Sedangkan Guntur mengkritik, aturan yang ada saat ini memang tidak berpihak bagi konter kecil. Regulator menciptakan aturan, demi tujuan ketertiban data, namun lupa soal nasib bisnis kecil. "Solusi outlet tradisonal enggak ada, solusinya langsung digusur," tuturnya.