Libur Panjang Cuaca Buruk Membayang

Ilustrasi cuaca buruk
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

VIVA – PT Jasa Marga menyebut puluhan ribu kendaraan ke luar Jakarta pada Kamis petang. Ada peningkatan arus lalu lintas meninggalkan Ibu Kota sepanjang masa libur panjang yang bersamaan momentum peringatan Maulid Nabi pada Jumat sampai Minggu, 1-3 Desember 2017.

img_title Anggota Banser Ngaku Dianiaya dan Diancam Dibunuh, Tuding Habib Bahar Terlibat

Jalur keluar memang bisa melalui banyak tol tetapi yang paling disorot ialah Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat. Soalnya di gerbang itulah kerap terjadi kepadatan lalu lintas, terutama karena jalan Tol Jakarta-Cikampek--jalur utama menuju daerah-daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada hari-hari biasa, Gerbang Tol Cikarang Utama dilintasi 74.785 kendaraan, tetapi pada libur panjang awal Desember ini mencapai 98.065 kendaraan. Jumlah itu meningkat 31,13 persen.

img_title Viral Penari Dolalak Joget di Peringatan Maulid Nabi, Ini Kata Panitia

Rekayasa lalu lintas

Kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama diantisipasi kemungkinan di luar prediksi karena ada pekerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II. Ditambah tak ada pembatasan kendaraan berat melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama, seperti yang lazim diterapkan pada libur hari raya atau hari nasional.

img_title Viral Penari Dolalak Joget di Peringatan Maulid Nabi, Warganet: Tidak Tahu Adab!

Berkaitan proyek jalan tol itu, Jasa Marga menyiapkan skenario penyesuaian tahapan pekerjaan, di antaranya sinkronisasi kegiatan proyek yang berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas selama periode libur panjang.

Jasa Marga juga mendistribusikan dan mengurangi beban lalu lintas pada kondisi waktu-waktu sibuk dengan mengalihkan rute perjalanan di tol ke jalan arteri alternatif. Bekerja sama dengan Kepolisian, jika memang diperlukan, meningkatkan kapasitas lajur dengan rekayasa lalu lintas contra flow.

Khusus di Gerbang Tol Cikarang Utama, disiagakan gardu reversible dan portable, yang digunakan pada waktu puncak kepadatan. Rinciannya, 20 gardu masuk dan 31 gardu keluar. Keberadaan gardu-gardu tambahan itu agar tak terjadi antrean panjang masuk atau ke luar tol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Respons penanganan gangguan lalu lintas juga akan dipercepat dengan penempatan petugas dan unit layanan lalu lintas pada lokasi rawan kepadatan," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 30 November 2017.

Potensi kepadatan kendaraan juga diantisipasi di titik-titik menuju sejumlah lokasi peristirahatan (rest area). Karena itu, jika terjadi kepadatan, diberlakukan sistem buka-tutup di beberapa rest area dan pengoperasian parking bay di Kilometer 18 A, Kilometer 41 A, Kilometer 59 A, Kilometer 58 B, dan Kilometer 34 B.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut