Tentukan Bacaan Sesuai dengan Kebutuhan Anak

Kepala SDN Setiling, Lombok Tengah, NTB, Maun
Sumber :
  • Kemendikbudristek

VIVA – Maun, Kepala SDN Setiling, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, percaya bahwa semua anak itu pintar, serta memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu, ia terus berupaya agar setiap anak mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut penting karena akan menjadi dasar bagi kemampuan belajar mereka pada jenjang yang lebih tinggi.

img_title Fakta Mengejutkan Dibalik Penangkapan Bjorka: Duit Hasil Jual Data Buat Hidupi Kerabat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ket. Photo: Maun, Kepala SDN Setiling, Lombok Tengah, NTB, meyakini bahwa semua anak itu pintar. Ia mendorong pendekatan belajar berbasis kemampuan siswa melalui program Semua Anak Cerdas (SAC), yang menitikberatkan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi.

img_title Viral ART di Depok Aniaya Anak Majikan, Polisi Turun Tangan

Bekerja sama dengan Universitas Mataram (UNRAM), Maun mendorong pendekatan pembelajaran berbasis kemampuan siswa melalui program Semua Anak Cerdas (SAC) - Cakap Literasi dan Numerasi Dasar.  Sebuah program yang implementasinya menitikberatkan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi.

Dalam implementasinya, mula-mula Maun mengelompokkan para siswa ke dalam tiga klaster, yakni Kelompok Huruf, Kelompok Kata, dan Kelompok Cerita. Kelompok Huruf diperuntukkan bagi siswa yang belum mengenal huruf, sedangkan Kelompok Kata ialah kelompok siswa yang sudah mengenal huruf, tetapi belum mampu membaca kata dengan baik. Sementara, Kelompok Cerita adalah kelompok siswa yang sudah mampu membaca kata dan suku kata dengan baik, tetapi belum begitu lancar membaca kalimat atau cerita. 

img_title Kembalikan 39 Buku Tersangka Kerusuhan yang Isinya Pernah Disebut Berpaham Anarkisme, Polri Ungkap Alasannya...

Kelompok Cerita kemudian dibagi lagi menjadi dua, yaitu Kelompok Cerita 1 dan 2. Kelompok Cerita 1 adalah kelompok bagi anak-anak yang lancar membaca kata, tetapi belum lancar membaca kalimat, sedangkan Kelompok Cerita 2 ialah kelompok untuk anak-anak yang sudah lancar membaca kalimat, bahkan cerita. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, Maun dan guru-guru di sekolahnya memiliki pendekatan unik bagi anak-anak di Kelompok Cerita agar terus mematangkan kemampuan bacanya dan makin memahami cerita. Anak-anak didorong untuk menampilkan cerita dalam sebuah pertunjukkan. 

“Jadi, siswa-siswa yang masuk Kelompok Cerita 2, selain terus mematangkan kemampuan membaca kalimatnya, kita arahkan untuk bagaimana membawakan cerita tersebut menjadi sebuah pertunjukan di dalam kelas. Sebisa mungkin, cerita yang siswa baca berupa cerita-cerita populer Indonesia dan lokal daerah,” tutur Maun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut