Soetech Luncurkan Pivot Strategy, Jadi Lebih Scalable
- Istimewa
VIVA – CV Soedarman Technologies (Soetech), sebagai penjual jasa seputar IT dan design, mulai memperkuat bisnisnya yang tetap melalui consulting, dengan melakukan pivot strategy. Hal ini telah mereka lakukan lebih dari satu tahun terakhir.
Sebelumnya, mereka melakukan jasa seputar teknologi informasi dan amp design dengan cara konvensional yaitu melalui telepon dan WhatsApp. Dalam pengembangan ini, Soetech melakukan cara pemasaran melalui sales force door to door dan dari networking bisnis. Talentnya juga terbatas dan tidak tetap, juga tergantung ketersediaan.
“Ya, kita menyebutnya talent. Talent itu untuk pegawai kita yang mengerjakan permintaan client mencakup desain, IT, video editing, dan yang lainnya,” kata CEO Soedarman Technologies, Abigail Aryaputra.
Abigail Aryaputra menyampaikan, Soetech memang menghadapi permasalahan SDM. Perusahaan ini kekurangan working space dan talent yang tidak tetap. Tapi gunga menghadapi tantangan tersebut, Abigail akan mengubah sistem konvesional ini menjadi automated. Karena itu, client akan langsung berhubungan dengan talent.
“Business model yang sekarang ini tidak scalable,” katanya.
Abigail menambahkan, mereka akan meningkatkan scalability dengan Website automation. Abigail juga mengatakan, Soetech sebenarnya sudah memiliki Website, namun hanya untuk sebatas company profile. Website tersebut nanti akan diubah total dengan menambahkan fitur untuk menghubungkan talent dengan client. Komunikasi ini dapat dilakukan tanpa harus melalui telepon dan melewati sales, client bisa mencari talent di bidang yang mereka perlukan dan menggunakan fasilitas chat di Website untuk berdiskusi.
“Proses pembayaran, penyerahan desain dan revisi akan di track oleh sistem. Dengan sistem automation yang
membuat client bisa one-on-one dengan talent ini, skalabilitas akan meningkat, karena kapasitas hiring kita menjadi tidak terbatas, talent bisa bekerja dari rumah, dan kita bisa melakukan campaign iklan besar-besaran tanpa memikirkan kapasitas yang bisa ditampung perusahaan karena tidak lagi memerlukan komunikasi melalui telepon dan working space. Semua bisa dilakukan via website langsung,” katanya.
Namun, sistem automation seperti ini tentu membutuhkan banyak suntikan dana segar di awal untuk modal investasi. Sistem yang akan dibuat Soetech tergolong website 2.0 dan biaya pembuatannya relatif tinggi dan waktu yang relatif lama.