Selamat Jalan Sahabatku Deniro Sutra S. Simanjuntak

Ilustrasi
Sumber :
  • U-Report

Ella pun memasuki kelas dengan wajah yang sembab. Keadaan ini semakin memaksaku untuk percaya bahwa Sutra memang telah pergi meninggalkan aku dan teman-teman. Tentu saja aku tak percaya akan hal itu, karena pada hari Senin kemarin aku baru saja bercanda tawa dengan Sutra. Bahkan dia pun sempat berkata, “Kamu tuh sering mengejek aku. Kamu gak mau minta maafkah?” dengan senyuman seperti biasanya dia mengatakan itu.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Aku pun tak menyangka jika itu adalah hari terakhir aku mendengar Sutra berbicara kepadaku. Mungkin itu adalah cara dia untuk menyampaikan keinginannya agar aku dapat meminta maaf kepadanya atas perlakuanku selama ini. Kenapa aku tidak menyadari hal itu? Kenapa aku menentang hatiku di saat aku melihat perubahan-perubahan yang aku lihat dari sosok Sutra? Aku sangat menyesal akan kejadian ini. Aku tak dapat menahan rasa bersalahku. Air mataku bercucuran menetes di pipiku seolah-olah aku yang tak pernah mengerti sosok Sutra selama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rasa penyesalan meluap-luap dalam dadaku. Ketika aku duduk di bangkuku saat pagi itu, aku melihat lelaki cuek itu, Yuendi yang sedang duduk di belakangku dan menangis. Belum pernah aku melihatnya seperti itu. Aku mencoba untuk merubah sikapku padanya. Aku mencoba untuk menenangkan dirinya agar tak merasa sedih lagi. Aku menyuruhnya untuk tetab sabar. Namun, tak bisa kubohongi perasaanku jika aku juga merasakan kehilangan. Di meja tepat berada di belakangku, Yuendi masih tertunduk diam membisu dan menangis. Aku melihat rasa bersalah yang terbayang-bayang ketika aku melihat matanya.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Akhirnya Yuendi bercerita, dan ternyata dia ada pada waktu kejadian itu. Termasuk Hanson dan teman-teman yang lain. Aku tahu pasti apa yang dirasakan Hanson saat itu. Betapa terpukulnya hati Hanson atas kepergian Sutra, karena Sutra adalah teman dekatnya sejak kecil. Aku tahu perasaan Hanson saat itu ketika dia merasa menjadi teman yang tidak berguna, dan diam pun menyaksikan sendiri kepergian Sutra pada waktu itu. Belum pernah Hanson menangis sejadi-jadinya. Bahkan hari itu pun dia sampai tidak masuk sekolah karena membantu keluarga Alm.Sutra di kediamannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut