Selamat Jalan Sahabatku Deniro Sutra S. Simanjuntak
- U-Report
Sepulang dari pemakaman, semua kembali seperti biasanya. Aku tetap turun sekolah mengikuti pelajaran dan bermain dengan teman-teman walaupun tanpa Sutra. Kami semua tidak pernah menganggap Sutra tidak ada, karena dia akan selalu ada di hati kami semua. Karena Sutralah, aku tahu jika hati si lelaki cuek itu tidak secuek dan sedingin yang aku kira. Bahkan sekarang lelaki cuek itu terkadang curi-curi pandang untukku. Aku tersipu malu dan aku merasa nyaman. Namun, aku tak tahu rasa apakah ini atau ini hanya ada untuk sesaat saja. Tapi yang pasti, ini semua karenamu.
Inilah akhir dari cerpen yang telah saya buat. Saya tidak dapat membuat cerpen ini dengan begitu saja, melainkan karena dukungan teman-teman saya dan terlebih lagi Sutra yang telah memberikan saya banyak pelajaran berharga. Tentang bagaimana saya akan memperlakukan seorang teman dengan istimewa sebelum dia benar-benar pergi jauh meninggalkan kita. Kita semua sayang sama Sutra, tapi Tuhan lebih menyayangi Sutra daripada kita. (Tulisan ini dikirim oleh nuk03021998, Pangkalan Bun)