Benarkah Terdapat Kebocoran Data Aplikasi E-HAC?

Ilustrasi isu kebocoran data E-HAC
Sumber :
  • vstory

VIVA – Pada awal September 2021 muncul kabar burung bahwa telah terjadi kebocoran data pada sistem E-HAC yaitu PeduliLindungi. Sistem E-Hac singkatan dari aplikasi Electronic-Health Alert Card yaitu Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia untuk mendukung kemudahan akses layanan mengingat sekarang sedang meningkatnya isu penularan penyakit yang menjakit dunia yaitu Virus Corona (Covid-19).

img_title Bjorka Jual 4,9 Juta Nasabah Bank di Dark Web Seharga Puluhan Juta, Transaksi Pakai Kripto

Alasan Beredarnya Pemberitaan Kebocoran Data Aplikasi E-Hac
Menurut pengamatan saya, data pada sistem E-Hac tidak bocor dan masih tersimpan dengan baik. Yang mengalami kebocoran data adalah aplikasi awal sebelum adanya aplikasi PeduliLindungi karena antara aplikasi awal dan aplikasi PeduliLindungi memiliki insfrastruktur dan berada di tempat yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, beredarnya informasi kebocoran data ini dikarenakan ada threat information sharing yaitu adanya pertukaran informasi di antara pihak-pihak yang mempunyai izin terhadap keamanan siber.

img_title Terkuak! Sejak 2020 Main di Dark Web Tapi Susah Ditangkap, Ini Jurus Bjorka 'Gocek' Polisi

Sementara waktu ini, Kementerian Kominfo masih melakukan investigasi terhadap informasi kebocoran data system e-Hac sesuai dengan amanat UU ITE, PP PSTE, dan Permen Kominfo terkait tata kelola data dengan dibantu Kementerian Kesehatan, Badan Siber dan Sandi Negara, dan Telkom untuk melaksanakan tata kelola terhadap aplikasi PeduliLindungi.

Pemerintah Lindungi Data Pribadi Masyarakat Melalui Tiga Pilar
1. Regulasi

img_title Kemendagri Luncurkan Program Satu Data untuk Semua

Berbagai pihak memberikan pengetahuan tentang budaya dan penegakkan hukum masyarakat seperti aware terhadap data pribadi dan risiko kebocorannya.

2. Koordinasi

Melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian atau lembaga, asosiasi, akademisi, praktisi, hingga diskusi untuk memberikan literasi digital dalam membangun awareness terhadap pelindungan data pribadi dan meningkatkan social engineering masyarakat.

3. Pembangunan Infrastruktur

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyediakan perangkat untuk mengawasi dan melakukan tindakan terhadap kejahatan siber (cybercrime).

Risiko Kebocoran Data Perusahaan

1. Lost Productivity

Perusahaan yang tidak teliti dalam menjaga datanya seperti hasil penemuan, design baru, ide pemasaran, dan sebagainya akan mengakibatkan lost productivity dan berpotensi akan ditiru oleh perusahaan lain.

2. Legal Liability

Perusahaan yang lengah dalam melindungi datanya akan berhadapan dengan UU ITE 2008.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Business Reputation

Data perusahaan yang bocor akan merusak reputasi bisnis tersebut apalagi jika yang bocor adalah data pelanggan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut