Microsoft Bicara Konsep e-KTP yang Canggih
- ANTARA/Wahyu Putro A
VIVA.co.id – Microsoft mengatakan keberadaan komputasi awan (cloud computing) bisa jadi solusi dalam implementasi e-goverment di Indonesia. Tapi menurutnya masih banyak tantangan dari segi infrastruktur yang perlu diatasi supaya pemerintahan berbasis digital menjadi nyata.
Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia menuturkan, melalui komputasi awan ini, pemerintah bisa membangun pusat data yang terkonsolidasi antarinstansi terkait. Hal tersebut dimungkinkan, karena komputasi awan punya kemampuan menyimpan data yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Selain itu, komputasi awan juga memungkinkan pengguna untuk mengubah konten data yang tersimpan di dalam komputasi awan secara langsung. Perubahan yang dilakukan dapat segera diketahui, serta diakses oleh pengguna lain yang memiliki akses ke data tersebut, tanpa perlu saling mengirimkan data baru.
"Komputasi awan juga dapat mempermudah pemerintah untuk melakukan proses analisis; seperti pemetaan demografis masyarakat, ekonomi dan sosial, dan lain sebagainya. Memahami data-data ini akan mempermudah pemerintah untuk menetapkan kebijakan ataupun menyelesaikan permasalahan yang ada,” jelas Tony saat ditemui di Kantor Microsoft, Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa 26 April 2016.
Ia mengatakan data yang disimpan ke dalam komputasi awan terjamin keamanannya, karena menerapkan standar praktik keamanan informasi seperti ISO 27001. Microsoft mengatakan telah berinvestasi besar untuk menjamin keamanan Microsoft Azure, layanan komputasi awannya. Maka tak heran, Microsoft Azure diakui oleh otoritas perlindungan data Uni Eropa atas komitmennya terhadap undang-undang privasi yang ketat di Uni Eropa.
Terkait dengan keberadaan data, teknologi komputasi awan hibrid (hybrid cloud) memungkinkan pengguna untuk memisahkan data yang perlu berada di data center milik sendiri dengan data yang dapat berada di data center milik penyedia jasa komputasi awan, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, kata Tony, Teknologi komputasi awan juga mampu memanfaatkan berbagai infrastruktur pengiriman konten untuk mempercepat akses layanannya, sehingga layanan komputasi awan sama cepatnya dengan layanan non-komputasi awan.
Bantu e-KTP
Tony menuturkan, salah satu program e-government yang dapat terbantu oleh komputasi awan, yaitu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Hingga saat ini, program e-KTP masih banyak mendapat kritik karena implementasi yang belum maksimal dan banyaknya kesalahan data. Selain itu, penggunaan e-KTP dinilai belum maksimal bagi masyarakat.