Dilarang Main Bola di Pesantren, Kenapa?

Ilustrasi sepakbola.
Sumber :

VIVA.co.id – Ahmadi suka main bola. Hobinya adalah main bola. Sejak masih kanak-kanak sampai kini di usia tujuh belas tahun, ia masih kerap menghabiskan sore di lapangan bola. Tak hanya itu, tiap ada pertandingan Ahmadi pasti akan diikutkan.

img_title Ekosistem Sepakbola Putri Makin Terstruktur, 90 Tim Bersaing di Liga U-15 dan U-18

Tiap ada perlombaan di televisi seperti piala dunia, Ahmadi rela begadang untuk menonton. Bahkan, ia sampai menghafal nama-nama pemain sepakbola dunia. Ia mengidolakan mereka, agar kelak ia akan menjadi salah satu dari bintang itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata, cita-citanya tinggal di perempatan jalan masuk rumah gubuk dekat sungai. Rumah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan orangtua. Di halaman rumah menjulang ke sungai itu pula, ia sering menghabiskan waktu bermain bola. Menendang-nendang bola ke sana-sini lalu jatuh ke sungai, itu sewaktu masih kecil dan ia menangis tidak bisa memungut bola yang telah dibawa arus.

img_title Kecanduan Judi Online Hingga Depresi, Pria di Cilincing Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar Cak Imin di Sidoarjo

Cak Imin Minta Ponpes Libatkan Ahli Konstruksi: Tolong Jangan Asal Bangun

Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta pondok pesantren ‘tidak asal bangun’ bangunan dan seharusnya memenuhi standar aspek teknis konstruksi

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut